
Maumere-SuaraSikka.com: Duta Baca Indonesia Heri Hendrayana Harris atau yang biasa disapa Gola Gong bangga melihat perkembangan literasi di SMPK Frater Maumere.
Betapa tidak, di sekolah binaan Yayasan Mardiwiyata itu, dia disuguhi begitu banyak fakta-fakta literasi. Bukan saja gedung perpustakaan dengan 599 judul buku, tapi Gola Gong juga menikmati karya-karya literasi di sekolah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Jessica Cheryl Hartono, pelajar Kelas 8 SMPK Frater Maumere membuat Gola Gong terpana. Dia menyambut Duta Baca Indonesia dengan menampilkan karya-karya literasi miliknya.
Jessica memamerkan karya-karya literasi seperti puluhan cerita pendek, dan beberapa tulisan yang sudah dibukukan.
Tidak hanya itu, beberapa guru di SMPK Frater Maumere juga memperlihatkan buku-buku hasil karya mereka.
Gerakan literasi di SMPK Frater Maumere yang tumbuh, hidup dan berkembang itu tidak lain berkat tangan dingin Adrianus Bareng dan beberapa rekan guru di sekolah itu. Mereka pun disebut sebagai api literasi.

Launching 6 Buku
Kehadiran Duta Baca Indonesia di SMPK Frater Maumere menjadi momentum yang historis. Momen itu dimanfaatkan komunitas untuk memperkenalkan 6 buah buku ke publik.
Gola Gong dengan penuh semangat meluncurkan 6 buah buku hasil karya guru dan pelajar di sekolah itu.
Enam buku yang diluncurkan yakni 2 buku karya Jessica Chery Hartono, berjudul
Pena Gading Ajaib, dan sebuah novel berjudul Gadis Kecil Pengidap Kanker Leukimia.
Lalu 2 buku antologi puisi yang ditulis pelajar SMPK Frater Maumere, masing-masing berjudul Balada Surat untuk Pak Mentri dan Indonesiaku.
Dan 2 buku hasil karya 2 orang guru Bahasa Indonesia. Selimut Sarung Politisi, sebuah antologi puisi, ditulis Karlos Toulwala, dan Kutukan Dewa Matahari, sebuah antologi cerpen, ditulis Adrianus Bareng.

Acara launching berlangsung sederhana. Gola Gong didampingi Kepala SMPK Frater Maumere Frater Herman Yoseph, BHK dan para penulis, memperlihatkan buku-buku sebagai simbol peluncuran.
“Meski sederhana, tapi kami sangat bangga sekali karena diluncurkan oleh Duta Baca Indonesia,” ungkap bangga Adrianus Bareng.

Motivasi Gola Gong
Duta Baca Indonesia berkesempatan bertatap muka dengan pengurus OSIS SMPK Frater Maumere di Aula Mardiwiyata. Acara tatap muka ini dipandu oleh 2 pelajar sekolah itu Bernadino Aditya Lado dan B.S.L Ngeta.
Pada momen penting ini, Gola Gong memberikan motivasi kepada para guru dan pelajar untuk terus melakukan gerakan literasi. Dua model gerakan yang harus terus dilakukan yakni membaca dan menulis.
“Dengan membaca, kita bisa mengenal dunia, dan dengan menulis, kita bisa dikenal dunia,” ujar penulis 126 buku itu.

Kembangkan Literasi
Kepala SMPK Frater Maumere Frater Herman Yoseph, BHK, mengapresiasi kehadiran Duta Baca Indonesia di sekolah itu.
Buat dia, kunjungan tersebut sebagai bentuk motivasi kepada guru dan pelajar untuk terus mengembangkan gerakan literasi di sekolah.
“Ini kesempatan berahmat, kebanggaan luar biasa bagi kami. Kunjungan Duta Baca Indonesia memberikan motivasi lebih kepada guru dan pelajar,” ujar dia.
Di depan Duta Baca Indonesia, Frater Herman Yoseph mengaku akan terus melakukan pengembangan faslitas-fasilitas yang mendukung gerakan literasi sekolah.
Gola Gong mendatangi. SMPK Frater Maumere, Selasa (22/3), sekitar pukul 14.41 Wita. Ini adalah tempat kelima yang dia kunjungi dalam rangka Safari Literasi di Kabupaten Sikka.
Gola Gong didampingi Tim Safari Literasi seperti Rudi Rustiadi, asisten Duta Baca Indonesia yang juga adalah seorang penulis dan videografer, Danirl Mahendra, penulis dan Direktur Penerbit Epigraf, dan Taufik Hidayatullah, seorang penulis dan maskot Rumah Dunia.
Ikut dalam kunjungan ini Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha dan Ketua Forum Taman Baca Masyarakat NTT Polikarpus Do.*** (eny)















