Seteru Pinjaman Daerah, Fraksi Partai Golkar Sebut Bupati Sikka Terkena Sindrom Amnesia

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Desember 2022 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 47 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu momen pertemuan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan annggota DPR RI Melchias Markus Mekeng (foto: istimewa)

Salah satu momen pertemuan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan annggota DPR RI Melchias Markus Mekeng (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Pernyataan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo terkait pinjaman daerah, sepertinya terus memanas. Fraksi Partai Golkar yang diam sejak wacana ini digulirkan pada 7 Desember 2023, kini mulai buka suara.

Fraksi Partai Golkar angkat bicara untuk mengklarifikasi pernyataan Bupati Sikka sehubungan dengan keterlibatan anggota DPR RI dalam membantu proses mendapatkan dana pinjaman daerah dari PT SMI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi tersebut termuat dalam Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar tentang Persetujuan DPRD atas Rancangan APBD Sikka TA 2023 dalam Rapat Paripurna XI Masa Sidang I Tahun Sidang 2021/2022.

Pada sidang paripurna, Kamis (29/12) malam, pendapat akhir fraksi-fraksi tidak dibacakan sebagaimana mekanisme persidangan.

Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada pimpinan, dan dianggap terbacakan. Hal ini karena pertimbangan rapat paripurna memasuki dinihari.

Terdapat dua hal yang dikritisi Fraksi Partai Golkar. Pertama, pernyataan Bupati Sikka, “ada anggota DPR RI yang tuntut kami harus menyampaikan terima kasih, padahal yang bersangkutan tidak bantu sama sekali“.

Dan kedua, pujian Bupati Sikka kepada anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, dengan menyebut merespon cepat komunikasi melalui sarana teknologi misalnya WA.

Belum tentu anggota DPR RI lainnya seperti ini,” kutip Fraksi Partai Golkar sebagaimana pernyataan Bupati Sikka pada 7 Desember 2022 lalu.

Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu menegaskan jika anggota DPR RI yang dimaksudkan adalah Melchias Markus Mekeng, maka Fraksi Partai Golkar yang mengikuti persis keterlibatan Melchias Markus Mekeng dalam proses untuk mendapatkan dana pinjaman daerah, perlu menjelaskan kepada publik.

Kronologi Bupati Minta Bantuan
Fraksi Partai Golkar menulis bahwa pinjaman daerah merupakan program Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan PT SMI sebagai upaya penanganan ekonomi nasional akibat Covid 19.

Dengan dana pinjaman, diharapkan daerah-daerah bisa menjalankan program atau kegiatan untuk kembali menggerakkan ekonomi daerah yang pertumbuhan ekonominya tidak stabil kerena rendahnya pendapatan asli daerah untuk membiayai seluruh program kegiatan.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa selama hampir kurang lebih 3 tahun, dari 2019 sampai 2021, Kabupaten Sikka persis tidak ada pembangunan.

Dan untuk diketahui bersama bahwa hampir 95% pembangunan di Kabupaten Sikka sumber keuangannya berasal dari pusat yang disalurkan melalui DAU dan DAK.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sudah berusaha hampir 2 tahun untuk mengakses program ini. Hampir semua pejabat di Jakarta dikunjungi untuk meminta bantuan. Namun hasilnya tetap nihil.

Fraksi Partai Golkar melanjutkan, pada tanggal 8 Maret 2021, kebetulan pada siang hari itu Melchias Markus Mekeng datang ke Maumere untuk kegiatan Reses dan Kunjungan Kerja Dapil di Kabupaten Sikka.

Melihat peluang ini, Bupati Sikka yang rencananya hari itu berangkat ke Jakarta, terpaksa membatalkan keberangkatan.

Selang beberapa menit Melchias Markus Mekeng baru tiba di kediamannya di Nangameting, Bupati Sikka memerintahkan Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera untuk menemui Melchias Markus Mekeng. Namun tidak sempat ketemu. Sekda Sikka hanya bertemu Vianney Bapa.

Pada saat itu komunikasi antara Bupati Sikka dan Melchias Markus Mekeng tidak harmonis. Bupati Sikka akhirnya menelpon J. Blasius Bapa — ayah Melchias Markus Mekeng — dan meminta supaya bisa bertemu Melchias Markus Mekeng.

Sore harinya, Edmon Bura yang saat itu menjabat sebagai Kabag Protokol bersama Vallen Vardam diperintahkan Bupati Sikka datang bertemu. Akhirnya dijadwalkan pertemuan jam 21.00 Wita di rumah kediaman Melchias Markus Mekeng.

Pertemuan pun terjadi pada pukul 21.00 Wita. Bupati Sikka datang bersama Sekda Sikka. Keduanya bertemu Melchias Markus Mekeng dan Gorgonius Nago Bapa, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka, yang juga Wakil Ketua DPRD Sikka.

Pada saat itu Bupati Sikka menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pinjaman daerah, pemerintah daerah sudah berusaha maksimal namun tidak berhasil. Sehingga meminta bantuan Melchias Markus Mekeng.

Alasan mengapa belum bisa diproses, karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, namun belum bisa.

Mendengar itu, saat itu juga, di hadapan Bupati Sikka, Melchias Markus Mekeng menelepon Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah dan Direktur PT SMI.

“Dan hasilnya Saudara Bupati dengar sendiri bahwa mereka siap membantu, dan hari Senin depan (15 Maret 2021) harap masukan berkas yang belum beres,” tulis Fraksi Partai Golkar.

Waktu itu proposal pinjaman daerah belum ada rencana pembangunan Ruas Jalan Higetegera Tadagahar. Gorgonius Nago Bapa, meminta melalui Melchias Markus Mekeng untuk dimasukan dalam proposal. Bupati Sikka pun menyanggupi.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Untuk diketahui bahwa sebelumnya PT SMI juga pernah hadir di Maumere sebagai salah satu sponsor kegiatan Maumere Jazz Fiesta yang digagas Melchias Markus Mekeng.

Iven entertein ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan datang ke Maumere dalam rangka meningkatkan PAD.

Pertemuan berikutnya terjadi di Hotel Capa. Bupati Sikka dan seluruh Pimpinan Fraksi bertemu Melchias Markus Mekeng.

“Perlu juga kami luruskan bahwa Melchias Markus Mekeng tidak minta untuk ucapkan terima kasih dan membuat surat. Namun pernyataannya hanya sebagai contoh dari kepala daerah di tempat lain yang selalu menjaga etika komunikasi dan komunikasi politik yang baik,” tulis Fraksi Partai Golkar.

Fraksi Partai Golkar menambahkan pada saat Melchias Markus Mekeng melakukan reses di Kelurahan Nangalimang, Bupati Sikka menelpon sehubungan dengan pinjaman daerah. Pada saat itu Melchias Markus Mekeng menerima telpon dari Bupati Sikka.

“Jadi kalau pernyataan Bupati Sikka bahwa belum tentu anggota DPR RI lain seperti ini, dan anggota DPR yang dimaksud itu adalah Melchias Markus Mekeng, itu adalah pernyataan tidak benar,” tegas Fraksi Partai Golkar.

Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu menegaskan pihaknya merasa perlu mengklarifikasi persoalan ini, karena kalau pun pernyataan Bupati Sikka ditujukan kepada Melchias Markus Mekeng.

Pertama, Bupati Sikka sudah melakukan pembohongan publik karena Fraksi Partai Golkar menyaksikan kererlibatan Melchias Markus Mekeng dalam proses untuk mendapatkan dana pinjaman daerah dari PT SMI.

Kedua, bagaimana mungkin Bupati Sikka lupa pernah bertemu Melchias Markus Mekeng atau menghubungi lewat telepon untuk meminta bantuan guna mendapatkan dana pinjaman daerah.

“Kalau ini benar terjadi, Fraksi Partai Golkar menyayangkan seorang Bupati Sikka yang aktif terkena sindrom amnesia,” sentil Fraksi Partai Golkar.

Dan ketiga, kalau pun publik masih meragukan penjelasan Fraksi Partai Golkar, silakan tanyakan atau konfirmasi langsung kepada orang-orang yang disebutkan dalam pandangan fraksi ini.

Seteru pinjaman daerah ini diperkirakan bakal berkepanjangan, dan bisa menjadi momentum sengit pada saat Pilkada Sikka 2024 mendatang.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA