
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan warga Kabupaten Sikka, Senin (5/6), turun ke jalan untuk memungut sampah plastik di Kota Maumere.
Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-51 tingkat Keuskupan Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu tampak terlibat aktif. Petinggi Gereja Katolik itu ikut memungut sampah plastik yang berserakan di selokan depan Gereja Katedral Maumere.
Aksi nyata Uskup Maumere dilaksanakan secara bersama-sama dengan 47 komunitas umat dan masyarakat di wilayah Keuskupan Maumere.
Adapun gerakan pungut sampah plastik dilaksanakan pada sejumlah titik, khususnya di ruang publik dan tempat keagamaan.
Di lokasi publik, seperti di Pasar Alok, Pasar Tingkat, area Gelora Samador, area Pelabuhan Laurens Say, area pertokoan, Terminal Madawat, dan TPI.
Aksi pungut sampah juga dilaksanakan di sekitar tempat ibadah, seperti di kompleks GMIT Kalvari, Pura Waidoko, kompleks Mesjid Beru, kompleks Masjid Perumnas, kompleks Gereja Katedral, dan Gereja Thomas Morus.

Usai pungut sampah, seluruh komunitas yang terlibat menyatu di Monumen Tsunami guna mengikuti talk show tentang lingkungan hidup. Uskup Maumere terlibat aktif dalam kegiatan ini.
“Kiranya gerakan pungut sampah dan talk show bisa meningkatkan kesadaran kepada para pihak terhadap penyelamatan lingkungan dari polusi plastik,” harap Uskup Maumere.

Suster Fransiska Imakulata dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini diinisiasi Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Maumere (KPKC KUM).
Dia mengatakan refleksi kegiatan berdasarkan mandat Laudato Si dari Paus Fransiskus pada tahun 2015.
Laudato Si berisikan tentang polusi dan perubahan iklim, ketersediaan air bersih, hilangnya keanekaragaman hayati dan menurunnya kualitas hidup.
Karen itu, ujar dia, Gereja Keuskupan berkomitmen melaksanakan mandat tersebut yang tertuang nyata dalam Renstra Keuskupan Maumere 2023-2027.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-51 mengusung tema Solusi untuk Polusi Plastik.
Melalui tema dan aksi peduli lingkungan, diharapkan semua merefleksikan diri dan menata kembali perlakuan terhadap Ibu Bumi sebagai rumah bersama, rumah yang menjadi rahim yang memberi hidup.*** (eny)




















