Kontraktor Hilang 8 Bulan, Proyek Jaringan Air di Nita Senilai Rp 3,5 Miliar Terbengkelai

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Juni 2023 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 113 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Sekretaris Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Jaringan Air Minum IKK Nita terkesan terbengkelai. Pasalnya sudah 8 bulan terakhir ini tidak ada aktifitas di lokasi proyek. Diduga kuat kontraktor menghilang ke tempat asalnya di Kota Kupang.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu mengkritisi lambannya penyelesaian pekerjaan paket proyek ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi asal Kecamatan Nita ini meminta Dinas PUPR selaku instansi teknis bersikap tegas terhadap kontraktor pelaksana.

“Sudah 8 bulan tidak ada aktifitas. Saya kira ini harus disikapi serius,” tegas dia.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Penjabat Pembuat Komitmen Nong Buyung Dekresano mengatakan pihaknya sudah berupaya menghubungi kontraktor pelaksana agar bisa menyelesaikan pekerjaan.

“Kami sudah kontak via WA dan telpon, tapi tidak dijawab. Bahkan sudah ada surat panggilan,” ujar Buyung Dekresano.

Informasi yang dihimpun media ini, proyek Pembangunan Jaringan Air Minum IKK Nita dengan nilai Rp 3.535.704.375, dikerjakan CV Araya Bina Konstruksi.

Baca Juga :  10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Hingga 31 Mei 2023 realisasi fisik mencapai 76,68 persen. Sementara realisasi keuangan mencapai Rp 2.675.874.106 atau setara 75,68 persen.

Penelusuran media ini  CV Araya Bina Konstruksi juga mengerjakan proyek Peningkatan Jalan Hale-Kilawair. Proyek ini senilai Rp 2.779.927.000, juga bersumber dari dana pinjaman daerah.

Data dari Dinas PUPR Sikka, realisasi fisik mencapai 75,00 persen. Sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 1.762.473.718 atau setara 63,40 persen.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA