Dua Hari Melaut, Nelayan Semparong Belum Pulang Rumah, Tim SAR Lakukan Pencarian

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 54 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan Semparong di perairan Pulau Sukun Kabupaten Sikka, Jumat (25/8)

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan Semparong di perairan Pulau Sukun Kabupaten Sikka, Jumat (25/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di Kabupaten Sikka yang dikabarkan sudah 2 hari melaut tapi belum pulang rumah.

Nelayan tersebut bernama La Ali, 48 tahun, warga Desa Semparong Kecamatan Alok. Dia pergi melaut sejak Kamis (24/8) pukul 07.00 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keluarga korban, La Ali pergi melaut ke perairan Pulau Sukun. Mestinya nelayan ini sudah kembali ke rumah pada hari itu juga, sekitar pukul 21.00 Wita.

Baca Juga :  Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Kepala Kantor Basarnas Maumere Supriyanto Ridwan menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan langsung dari keluarga korban.

“Keterangan pihak keluarga, seharusnya korban tiba di rumah pukul 21.00 Wita. Namun sampai saat dilaporkan ke Kantor Basarnas Maumere, korban belum juga ditemukan,” terang Supriyanto Ridwan selaku SAR Mission Coordinator.

Atas laporan keluarga korban, Basarnas Maumere mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian. Tim SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescue Basarnas Maumere, Lanal Maumere, serta nelayan Desa Semparong.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

“Pagi tadinsekitar pukul 08.00 Wita telah dilakukan pencarian,” ujar Supriyanto Ridwan sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal RIB Basarnas Maumere serta perahu nelayan.

Dengan menggunakan AquaEye atau alat pendeteksi korban di bawah air, Tim SAR Gabungan melaksanakan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Namun hingga pukul 18.00 Wita pencarian masih nihil. Rencananya pencarian akan dilanjutkan Sabtu (26/8) pagi.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA