

Maumere-SuaraSikka.com: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi harapan bagi masyarakat dalam jaminan pelayanan kesehatan. Demikian menurut Densiana Yunianti, seorang warga Desa Dobo Nua Puu Kecamatan Mego Kabupaten Sikka yang kesehariannya dipanggil Densi.
Perempuan berusia 33 tahun ini tidak pernah menyangka jika bolak-balik ke rumah sakit menjadi rutinitas sejak suaminya divonis dokter mengidap gagal ginjal. Untuk bertahan hidup, suaminya harus rutin cuci darah dua kali dalam seminggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini kali ketiga suami saya cuci darah. Pertama kali tahu kami sangat kaget, karena dokter memvonis suami saya sakit gagal ginjal dan harus cuci darah tiap hari Selasa dan Kamis. Kami juga bingung terkait biaya pengobatannya seperti apa. Puji Tuhan kami punya JKN, kami cukup tunjukkan kepesertaan JKN kami yang aktif untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tutur Densi yang duduk di samping suaminya, Selasa (4/2).
Densi mengaku tidak mengeluarkan biaya untuk pengobatan suami karena sudah menjadi peserta JKN. Harapan untuk terus hidup membuat dia bersama suami lebih bersemangat menjalani cuci darah.
Mengenang pertama kali suaminya sakit, Densi menceritakan apa yang dirasakan suaminya. Dia mengatakan pertama kali suaminya mengeluh sakit pinggang, sakit perut, panas tinggi, menggigil hingga muntah darah. Akhirnya suami dibawa ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Lela. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata suami Densi mengidap gagal ginjal.
“Waktu dibawa ke Rumah Sakit Lela, kami cuma diminta menunjukkan KTP. Setelah dicek petugas rumah sakit, ternyata suami saya sudah jadi peserta JKN. Kami baru tahu kalau sudah jadi peserta JKN yang ditanggung pemerintah. Lega rasanya hati kami setelah mendengar vonis yang terasa berat. Puji Tuhan ada jalan keluar untuk pengobatan,” ungkap Densi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












