
Maumere-SuaraSikka.com: Peringatan HUT ke-79 Yayasan Pendidikan Thomas (Yapenthom) dimeriahkan dengan berbagai lomba. Salah satu lomba yang memantik keseruan yakni Free Fire. Teriakan booyah menggelegar, nyaris memecah keseriusan para peserta, penonton, dan juri lomba.
Sebanyak 44 gamer ikut dalam game yang asyik ini. Mereka adalah peserta didik dari sekolah-sekolah asuhan Yapenthom, yaitu SMPK Yapenthom 1 Maumere, SMPK Yapenthom 2 Maumere, SMPK Santo Yohanes Nele, dan SMKS Yohanes 23 Maumere. Masing-masing sekolah mengirim 2 tim, kecuali SMKS Yohanes 23 yang mengirim 5 tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lomba Free Fire ini untuk pertama kalinya digelar di lingkup Yapenthom. Panitia Pelaksana memilih Free Fire karena game yang satu ini memiliki nilai edukatif bagi peserta didik. Setidaknya terdapat dua hal positif dari Free Fire yakni melatih kemampuan komunikasi dan koordinasi bersama teman satu kelompok dalam menyusun strategi, dan mengasah ketangkasan berpikir dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

“Ada banyak jenis perlombaan E-Sport, namun kami memilih Free Fire karena minat anak-anak kepada game ini sangat banyak,” demikian alasan Nina Leki, guru SMKS Yohanes 23 yang menjadi Juri Lomba Free Fire.
Lomba Free Fire dimainkan di Aula SMKS Yohanes 23, Rabu (29/7). Sebanyak 11 grup peserta terdiri dari 4 orang, duduk berkelompok di atas panggung aula. Semua mereka adalah pelajar laki-laki, seolah menggambarkan Free Fire identik dengan kaum pria. Rata-rata setiap grup menggunakan skuad dengan strategi umum yang biasa digunakan yakni 2 rusher, 1 shot caller, dan 1 support.
Juri Lomba Free Fire Panitia HUT Yapenthom mewajibkan peserta mengikuti 2 match. Dalam setiap match, peserta wajib memainkan 3 laga dan 3 peta. Mekanisme ini membuat permainan menjadi seru karena setiap pemain saling membunuh agar mendapat booyah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












