Seleksi Jabatan Lowong di DKP dan Dinkes Sikka Belum Penuhi Syarat
Dibaca 71 kali
Pelaksana Tugas Kepala BKDPSDM Sikka Lukas Lawe
Maumere-SuaraSikka.com: Lelang jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang lowong di Kabupaten Sikka masih terkendala. Di Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kesehatan, dikabarkan belum memenuhi syarat.
Data yang dihimpun media ini, ada 3 orang yang melamar menjadi Kepala DKP Sikka. Namun satu di antaranya tidak berlatarbelakang sarjana perikanan. Sementara 7 pelamar Kepala Dinkes Sikka, hanya 1 yang memenuhi syarat.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKDPSDM) Sikka Lukas Lawe menjelaskan untuk setiap jabatan yang lowong minimal harus ada 3 orang yang memenuhi persyaratan administrasi. Dengan demikian, katanya, untuk DKP dan Dinkes belum memenuhi persyaratan.
Terkait kondisi ini, Lukas Lawe yang ditemui Rabu (11/12), menjelaskan Panitia Seleksi (Pansel) akan memperpanjang pendaftaran untuk tahap kedua. Sebelum perpanjangan pendaftaran, tambah dia, Pansel akan melakukan komunikasi dengan Komisi ASN untuk mendapatkan kemudahan persyaratan bagi para pelamar.
Menurut dia, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo akan mengajukan surat kepada Komisi ASN untuk meminta penyesuaian persyaratan pendidikan bagi pelamar di DKP dan Dinkes. Setelah mendapat rekomendasi dari Komisi ASN, Pansel segera membuka perpanjangan selama 7 hari.
Data yang dihimpun media ini, pemerintah daerah setempat membuka seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama secara terbuka. Ada 9 jabatan yang lowong yakni di DKP, Dinkes, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Satpol PP dan Damkar, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan BKDPSDM.
Setidaknya ada 30 ASN yang mengikuti seleksi jabatan. Ada yang melamar hingga 2 jabatan, tapi ada juga yang melamar hanya 1 jabatan.
Lima orang melamar di Dinas PKO yaitu Mayella da Cunha, Fiator Nong, Petrus Helermus, Sensilius, dan Patrisius Pederiko. Lalu 6 orang melamar di Dinas Lingkungan Hidup yaitu Adeodatus Buang da Cunha, Silvester Saka, Fiator Nong, Valerianus Samador, Paulus Hilarius Bangkur, dan Yosephus Desiderius Parera.
Empat orang melamar di Dinas Pemdes yaitu Fitrinita Kristiani, Mayella da Cunha, Humerus Andreas dan Patrisius Pederiko. Terus ada 4 pelamar di Satpol PP dan Damkar yaitu Adeodatus Buang da Cunha, Silvester Saka, Fredrik Edmundantes, dan Yosefus Adrianus Yance Padeng.
Seterusnya 5 pelamar di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan yaitu Daniel Ratu, Petrus Poling Wairmahing, Agustinus Boy, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, dan Dedi Andreas Benyamin. Ada 3 pelamar di DKP yaitu Paulus Hilarius Bangkur, Valerianus Samador, dan Malik Bakhtiar.
Empat orang melamar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yaitu Petrus Poling Wairmahing, Margaretha Moveldes Da Maga Bapa, Gratiana Alfredy Heriantje, dan Humerus Andreas. Seterusnya 4 orang melamar di BKDPSDM yaitu Lukas Lawe, Theresia Silmeta Donata, Dedi Andreas Benyamin, dan Maria Wilfrida Basilika.
Pelamar terbanyak di Dinas Kesehatan sejumlah 7 orang yaitu Petrus Helermus, Clara Yosefina Francis, Marietha Laetitia Dua Weni, Yosepha Candra, Maria Msrgaretha Bogar, Helena Kidi Labot, dan Fitri Hariyati.
Semua pelamar adalah ASN yang bekerja pada sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Sikka. Kecuali Maria Wilfrida Basilika yanv kini adalah Kepala UPTD Pengelola Teknis Prasarana Perhubungan Wilayah Kabupaten Lembata, Flotim, Sikka, Ende dan Nagekeo pada Dinas Perhubungan Propinsi NTT.*** (eny)