Maumere-SuaraSikka.com: Aktifis Hakli (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan) Sikka setiap hari meracik ratusan liter cairan disinfektan. Hal ini dilakukan untuk melayani tingginya permintaan akan cairan ini.
Kegiatan meracik cairan disinfektan sudah dilakukan selama 4 hari ini. Lokasi racikan persis di belakang Kantor Dinas Kesehatan Sikka yang juga adalah Posko Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sikka.
Bahan dasar yang digunakan terdiri atas clorin dan air. Seberapa banyak takaran clorin dan air, mereka sesuaikan dengan wadah penampung. Setidaknya ada 3 gentong plastik sebagai wadah penampung, dengan ukuran masing-masing 150 liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap hari kami racik. Bahan-bahannya disiapkan dari dinas. Ada 3 gentong, jadi minimal setiap hari kami racik cairan disinfektan minimal 450 liter,” jelas seorang anggota Hakli Sikka.
Biasanya proses meracik dilakukan sejak pagi hari. Prosesnya tidak butuh waktu lama. Setelah 3 gentong penuh, dilanjutkan dengan penyemprotan pada fasilitas publik. TNI, Polri, PMI, PMKRI, dan Hakli Sikka sendiri, ikut terlibat melakukan penyemprotan.
Seperti disaksikan media ini, Jumat (27/3) siang, sebanyak 3 orang aktifis Hakli Sikka yang usai meracik cairan disinfektan, langsung melakukan penyemprotan di Puskesmas Kopeta Maumere.
Kegiatan meracik cairan disinfektan yang paling membutuhkan waktu yakni pada Kamis (26/3). Kala itu mereka harus meracik 4.900 liter untuk penyemprotan di dalam Kota Maumere. Penyemprotan melalui mobil water cannon milik Polres Sikka.
Para aktifis Hakli Sikka menikmati sungguh kegiatan meracik cairan disinfektan. Buat mereka, tugas ini merupakan bentuk kepedulian dalam upaya bersama melakukan pencegahan menularnya virus corona.
Selain untuk kepentingan penyemprotan pada fasilitas publik, sejumlah staf kantor pemerintahan juga sering datang meminta cairan disinfektan yang sudah diracik. Biasanya mereka membawa wadah seperti botol bekas air mineral. Aktifis Hakli Sikka selalu melayani dengan senang hati.*** (eny)















