Daftar Nama ODP Asal Nangahale, Terpampang di Posko Desa Siaga

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2020 - 17:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 43 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posko Desa Siaga Nangahale, Sabtu (4/4)

Posko Desa Siaga Nangahale, Sabtu (4/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Desa Nangahale di Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka punya cara berbeda mencegah penularan Covid 19. Daftar nama orang dalam pemantauan (ODP) langsung dipampang di Posko Desa Siaga.

Setidaknya ada 27 nama warga Desa Nangahale yang berstatus ODP. Nama-nama ODP ditulis dalam secarik kertas, kemudian dilekatkan pada sebatang pohon. Setiap orang yang mendatangi posko yang terletak di pinggir jalan Trans Flores Maumere-Larantuka, bisa mengetahui secara jelas siapa-siapa saja ODP dari desa itu.

Tidak hanya nama ODP, pada kertas itu memuat juga informasi lain seperti jenis kelamin, usia, asal kedatangan, dan tanggal tiba di Desa Nangahale. Yang menarik, pada kolom akhir kertas, termuat catatan perkembangan karantina mandiri para ODP selama 14 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada 27 ODP di desa ini. Daftar nama bisa dilihat di pohon itu. Semuanya lengkap. Kalau ada perubahan, misalnya yang sembuh atau bertambah jumlah, kami langsung sesuaikan,” ujar seorang petugas Posko Desa Siaga sambil mengarahkan media ini ke sebuah pohon reo di samping posko.

Baca Juga :  Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Dari daftar nama yang dipampang, semuanya adalah warga Desa Nangahale yang diketahui baru kembali dari daerah lain di luar Kabupaten Sikka. Tercatat ada 22 orang yang baru kembali dari Makasar, 1 dari Pulau Jawa, 1 dari Larantuka, 2 dari Kalimantan, dan 1 dari Bali.

Daftar nama ODP dicatat sejak 20 Maret 2020, diawali 2 orang yang baru kembali dari Makasar. Dua perempuan dewasa ini sudah menyelesaikan 14 hari masa karantina mandiri. Selebihnya 25 ODP yang lain masih menjalani masa karantina, berkisar antara 1-10 hari ke depan.

Kepala Desa Nangahale Sahanudin yang ditemui di Posko Desa Siaga menegaskan pihaknya melakukan pengetatan terhadap warga desa yang keluar masuk dari dan ke wilayahnya. Pengetatan diprioritaskan kepada warga desa yang baru datang dari luar kabupaten, terutama dari daerah terpapar.

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Untuk masuk keluar pemukiman Desa Nangahale, warga setempat menutup jalan dengan sebuah bambu. Setiap orang yang masuk, diminta mencuci tangan dengan air mengalir. Warga desa yang diketahui baru kembali dari daerah di luar Kabupaten Sikka langsung di data namanya pada posko.

Pantauan media ini di Posko Desa Siaga, Sabtu (4/4), beberapa petugas posko tampak asyik berada di dalam posko. Di situ ada beberapa kursi yang dibentuk dari batang pohon. Setiap tamu yang datang, diminta mengisi buku tamu.

Tidak jauh dari Posko Desa Siaga Nangahale, ada sebuah pelabuhan rakyat. Banyak perahu dan kapal motor rakyat yang biasanya bersandar di situ. Pelabuhan ini menghubungi pulau-pulau yang terletak di wilayah Gugus Teluk Maumere, serta beberapa destinasi wisata di wilayah perairan.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru