Dipaksa Karantina Terpusat, Dua Warga Tilang Protes

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 28 April 2020 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yoseph Apolonaris protes karena akan dibawa ke lokasi karantina terpusat, Selasa (28/4)

Yoseph Apolonaris protes karena akan dibawa ke lokasi karantina terpusat, Selasa (28/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Suasana di Posko Satgas Covid Sikka, Selasa (28/4) pagi, sempat “memanas”. Dua warga Desa Tilang Kecamatan Nita protes karena dipaksa petugas kesehatan untuk menjalani karantina di lokasi karantina terpusat.

Seorang petugas kesehatan meminta Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina naik ke mobil Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid. Mobil sudah disiagakan. Pintu samping mobil pun sudah dibuka.

Yoseph Apolonaris yang berada tidak jauh dari mobil ambulance, spontan protes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyampaikan keberatan, karena menurutnya tidak ada dasarnya dia bersama Petrus Sina dibawa ke lokasi karantina terpusat.

Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina, merupakan sopir dan kondektur mobil ekspedisi. Mereka baru tiba dari Surabaya, Sabtu (18/4), turun di Pelabuhan Ipi Ende. Ekspedisi ini mengangkut beras 30 ton lebih.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Setelah berada di Maumere, keduanya menjalani karantina mandiri di rumah mereka di Tilang. Sesekali keduanya duduk-duduk di halaman rumah.

Warga desa mulai resah. Apalagi Senin (27/4) kemarin, dua orang ini terlihat keluar rumah dengan kendaraan roda empat. Warga pun melaporkan kondisi ini ke Kepala Desa Tilang.

“Ya betul, kemarin kami ke kota, untuk bongkar beras. Kami sudah beri tahu ke posko di desa, dan petugas izinkan,” ujar Yoseph Apolonaris.

Entah bagaimana ceritanya, Selasa (28/4) pagi tadi, sebuah ambulance dari Puskesmas Nita datang menjemput dua orang ini.

Dua aparat polisi ikut di dalam ambulance. Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina diminta ikut ke Posko Satgas Covid di Kantor Dinkes Sikka.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Karena informasi yang simpang siur, petugas kesehatan di posko mengklarifikasi ke Kepala Puskesmas Nita. Selain itu petugas juga langsung mengontak Kepala Desa Tilang.

Setelah mendapatkan informasi dari Kepala Puskesmas Nita dan Kepala Desa Tilang, serta argumentasi dari Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina, akhirnya dua orang ini batal dibawa ke lokasi karantina terpusat.

Petugas kesehatan menyarankan keduanya untuk melaksanakan karantina mandiri secara teratur.

Jika hendak keluar untuk membongkar barang, sebaiknya koordinasi dengan satgas di desa. Selebih dari itu, tetap berada di rumah.

Untuk antisipasi keresahan warga, Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina meminta agar mereka karantina mandiri beberapa hari di mess dekat gudang ekspedisi. Dengan demikian mereka tidak perlu bolak-balik dari rumah ke gudang.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA