Maumere-SuaraSikka.com: Suasana di Posko Satgas Covid Sikka, Selasa (28/4) pagi, sempat “memanas”. Dua warga Desa Tilang Kecamatan Nita protes karena dipaksa petugas kesehatan untuk menjalani karantina di lokasi karantina terpusat.
Seorang petugas kesehatan meminta Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina naik ke mobil Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid. Mobil sudah disiagakan. Pintu samping mobil pun sudah dibuka.
Yoseph Apolonaris yang berada tidak jauh dari mobil ambulance, spontan protes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyampaikan keberatan, karena menurutnya tidak ada dasarnya dia bersama Petrus Sina dibawa ke lokasi karantina terpusat.
Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina, merupakan sopir dan kondektur mobil ekspedisi. Mereka baru tiba dari Surabaya, Sabtu (18/4), turun di Pelabuhan Ipi Ende. Ekspedisi ini mengangkut beras 30 ton lebih.
Setelah berada di Maumere, keduanya menjalani karantina mandiri di rumah mereka di Tilang. Sesekali keduanya duduk-duduk di halaman rumah.
Warga desa mulai resah. Apalagi Senin (27/4) kemarin, dua orang ini terlihat keluar rumah dengan kendaraan roda empat. Warga pun melaporkan kondisi ini ke Kepala Desa Tilang.
“Ya betul, kemarin kami ke kota, untuk bongkar beras. Kami sudah beri tahu ke posko di desa, dan petugas izinkan,” ujar Yoseph Apolonaris.
Entah bagaimana ceritanya, Selasa (28/4) pagi tadi, sebuah ambulance dari Puskesmas Nita datang menjemput dua orang ini.
Dua aparat polisi ikut di dalam ambulance. Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina diminta ikut ke Posko Satgas Covid di Kantor Dinkes Sikka.
Karena informasi yang simpang siur, petugas kesehatan di posko mengklarifikasi ke Kepala Puskesmas Nita. Selain itu petugas juga langsung mengontak Kepala Desa Tilang.
Setelah mendapatkan informasi dari Kepala Puskesmas Nita dan Kepala Desa Tilang, serta argumentasi dari Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina, akhirnya dua orang ini batal dibawa ke lokasi karantina terpusat.
Petugas kesehatan menyarankan keduanya untuk melaksanakan karantina mandiri secara teratur.
Jika hendak keluar untuk membongkar barang, sebaiknya koordinasi dengan satgas di desa. Selebih dari itu, tetap berada di rumah.
Untuk antisipasi keresahan warga, Yoseph Apolonaris dan Petrus Sina meminta agar mereka karantina mandiri beberapa hari di mess dekat gudang ekspedisi. Dengan demikian mereka tidak perlu bolak-balik dari rumah ke gudang.*** (eny)















