Jaringan Listrik Tidak Ada, Gagal Kuliah Online, Mahasiswa Ini Balik ke Lokasi Karantina Terpusat

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 April 2020 - 23:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yansenus Nona, eks penumpang Lambelu

Yansenus Nona, eks penumpang Lambelu

Maumere-SuaraSikka.com: Satu lagi eks penumpang KM Lambelu kembali ke lokasi karantina terpusat. Kali ini dialami seorang mahasiswa yang gagal kuliah online akibat tidak adanya jaringan listrik di kampung.

Yansenus Nona, 24 tahun, kuliah di STIK GIA Makasar. Dia pulang ke kampung halamannya karena kuliah diliburkan akibat dampak virus corona.

Mahasiswa semester 4 Fakultas Kesehatan Jurusan Keperawatan ini menumpang KM Lambelu yang tiba di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia bersama ratusan penumpang lainnya kemudian menjalani karantina di lokasi karantina terpusat yang disiapkan pemerintah setempat. Yansenus menempati Gedung SCC.

Baca Juga :  10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Pekan lalu, Jumat (24/4), pemerintah memulangkan semua eks penumpang Lambelu. Yansenus pun balik ke kampung halamannya di Dusun Riidetu Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang.

Dia melanjutkan karantina mandiri di rumahnya. Orangtuanya menyiapkan fasilitas kamar untuk dirinya.

Jadwal kuliah online di malam hari pun jadi buyar, akibat tidak ada jaringan listrik. Yansenus pun jadi stress. Sabtu (25/4) ketika kepala desa datang memantaunya, dia pun menyampaikan keinginan kembali ke lokasi karantina terpusat agar bisa mengikuti kuliah online.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

“Sudah sejak Sabtu lalu saya sampaikan kepala desa. Tapi saya tunggu, tidak ada informasi lanjut. Akibatnya berapa hari ini saya tidak ikuti kuliah,” terang dia.

Yansenus mengeluhkan lagi kendala yang dia hadapi kepada petugas kesehatan yang memeriksa kesehatannya pada Selasa (27/4). Dan berkat informasi dari petugas kesehatan, akhirnya dia kembali ke lokasi karantina terpusat.

Yansenus dijemput dengan Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid 19. Dia tiba di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pukul 20.30 Wita.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA