Maumere-SuaraSikka.com: Sikka bakal mengirim sampel swab pada hari Kamis (7/5) atau Jumat (8/5). Rencananya sebuah pesawat khusus akan datang menjemput di Bandara Frans Seda Maumere.
Demikian informasi yang disampaikan Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus di kediamannya, Selasa (5/5) malam. Dia menjawab media ini terkait kendala pengiriman sampel swab akibat penutupan sementara jalur udara.
Dia menyampaikan sudah menerima surat dari Satgas Covid NTT, di mana Bandara Frans Seda ditunjuk sebagai salah satu titik penjemputan sampel swab untuk Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah ada skedul pengangkutan sampel swab. Nanti ada pesawat khusus, mungkin carteran, yang jemput,” ujar dia.
Sesuai jadwal, katanya, pesawat akan datang menjemput pada Jumat (8/5). Namun Satgas Covid Sikka sudah mendiskusikan dengan propinsi tentang kesiapan daerah-daerah melakukan pengiriman.
“Saya memotivasi agar dipercepat saja, sehingga bisa dijemput hari Kamis. Ini masih koordinasi dengan semua kabupaten,” katanya.
Jika sampel swab dijemput Kamis (7/5), kata dia, maka pengambilan swab pertama dilakukan pada Rabu (6/5) dan swab kedua pada Kamis (7/5) pagi.
Tapi jika dijemput Jumat (8/5), maka pengambilan swab pertama pada Kamis (7/5) dan swab kedua pada Jumat (8/5) pagi.
Sementara itu Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid NTT Benediktus Polo Maing, Selasa (5/5) telah mengirimkan surat yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota di NTT.
Surat tersebut berisikan pemberitahuan pemeriksaan swab PCR di RSUD WZ Yohanes Kupang. Pemprop akan mengirim pesawat untuk menjemput sampel swab di kabupaten-kabupaten.
Ada 4 titik penjemputan. Pertama Bandara Komodo di Labuan Bajo untuk 3 kabupaten di Manggarai Raya. Lalu Bandara Aroeboesman Ende untuk Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Berikut Bandara Frans Seda Maumere untuk Kabupaten Sikka, Flotim dan Lembata, dan Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu untuk 4 kabupaten di Pulau Sumba.
Untuk Kabupaten Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua, dijemput dengan kapal feri. Dan untuk kabupaten-kabupaten di daratan Timor, menggunakan transportasi darat.
“Rencana penjemputan sampel swab pada hari Jumat, 8 Mei 2020. Kabupaten yang menjadi titik penjemputan agar bisa menerima dan menyimpan sampel swab tersebut sesuai standar penyimpanan,” tulis Benediktus Polo Maing.
Hingga Selasa (5/5) petang, jumlah yang reaktif berdasarkan rapid test sebanyak 57 kasus, terdiri dari 35 klaster Lambelu, 21 klaster Gowa, dan 1 klaster Magetan.
Petrus Herlemus menyebut terdapat tambahan 11 kasus reaktif, dari hasil rapid test Senin (4/5) dan Selasa (5/5). Semuanya berasal dari klaster Lambelu. Dengan demikian di Sikka sudah terdapat 68 kasus reaktif.*** (eny)















