Maumere-SuaraSikka.com: Warga masyarakat Kabupaten Sikka diminta waspada. Pasalnya penyakit hog cholera dan African Swine Fever (ASF) menyerang babi pada 16 kecamatan.
Diperkirakan dalam hari-hari ke depan, serangan penyakit ini akan meluas, dan bisa menembus 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.
Jika ini terjadi, maka dikuatirkan populasi babi sebanyak kurang lebih 71.000 ekor akan berkurang drastis. Fakta ini bakal sangat mengganggu pelbagai aspek kehidupan, karena babi memiliki nilai ekonomis dan sosial budaya yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menunjukkan serangan penyakit terhadap babi terjadi di Kecamatan Alok, Alok Timur, Hewokloang, Nita, dan Kewapante.
Serangan penyakit juga terjadi di Kangae, Magepanda, Nele, Mego, Lela, Koting, Alok Barat, Waigete, Bola, Talibura, dan Tanawawo.
Lima kecamatan yang masih bebas dari serangan penyakit adalah Paga, Mego, Palue, Waiblama, dan Doreng. Namun, cepat atau lambat, wilayah ini bakal diserang penyakit jika tidak ada kesigapan antisipasi dan pencegahan.
Kecamatan Alok terdata paling parah. Hingga kemarin sudah 93 ekor babi yang mati mendadak. Menyusul Kecamatan Nita sebanyak 65 ekor, lalu Alok Timur sebanyak 51 ekor, dan Kewapante 47 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha menyebutkan sudah 418 ekor babi yang mati mendadak. Data tersebut diperoleh dari laporan petugas kesehatan yang turun ke lapangan.*** (eny)















