Pasutri Pelaku Perjalanan dari Surabaya Diketahui Reaktif Rapid Test

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2020 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 17 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pada posko lokasi karantina sedang mengambil data pelaku perjalanan, Jumat (7/8) (foto: istimewa)

Petugas pada posko lokasi karantina sedang mengambil data pelaku perjalanan, Jumat (7/8) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Hasil rapid test pasangan suami istri pelaku perjalanan dari Surabaya diketahui berstatus reaktif. Kini keduanya sudah menempati lokasi karantina terpusat di Maumere.

Pasangan suami istri ini menjalani rapid test di Laboratorium Dinas Kesehatan, Jumat (7/8) siang. Setelah mengetahui hasil rapid test, pasutri ini dikarantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka di Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Pasutri Pelaku Perjalanan dari Surabaya Diketahui Reaktif Rapid Test

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku perjalanan ini tinggal di Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang. Mereka baru tiba dari Surabaya pada Sabtu (1/8) lalu. Selama 6 hari di kampung, mereka tidak menjalani karantina mandiri.

Petugas Puskesmas Hewokloang berhasil menelusuri keberadaan pasutri ini. Setelah dikonfirmasi, ternyata keduanya tidak mengantongi dokumen apapun yang menerangkan status kesehatan mereka terkait virus corona.
Padahal pelaku perjalanan ini datang dari Surabaya yang dikenal sebagai zona merah.

Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Mengetahui fakta ini, petugas Puskesmas Hewokloang langsung membawa pasutri tersebut ke Laboratorium Dinkes untuk menjalani rapid test.

Informasi yang dihimpun media ini, pasutri tersebut menempuh perjalanan transportasi darat dari Surabaya. Anehnya, tanpa mengantongi selembar dokumen kesehatan pun, keduanya bisa lolos hingga kampung halaman mereka.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru