3 Proyek Irigasi di Sikka Dilelang Ulang, Ada Apa?

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 60 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaringan irigasi di Kecamatan Paga (foto: istimewa)

Jaringan irigasi di Kecamatan Paga (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 3 paket proyek irigasi di Dinas PUPR Kabupaten Sikka dilakukan pelelangan ulang. Beberapa peserta lelang mempertanyakan hal ini.

Tiga paket yang dilelang ulang yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi (JI) Dagelongga di Desa Korobhera Kecamatan Mego senilai Rp 780 juta.

Lalu Rehabilitasi JI Puunaka di Desa Done senilai Rp 450 juta dan Rehabilitasi JI Nangadolu di Desa Kolisia senilai Rp 650 juta. Dua lokasi terakhir terletak di Kecamatan Magepanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pokja 3 Fransiskus Metsen yang dihubungi di ruang kerjanya, Kamis (13/8), mengakui 3 paket proyek tersebut gagal lelang, sehingga harus dilelang ulang. Pengumuman lelang ulang sudah dilakukan.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Dia mengatakan Pokja telah melakukan evaluasi penawaran dan menemukan tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan.

Peserta lelang proyek Rehabilitasi JI Dagelongga sebanyak 14 kontraktor, lalu Rehabilitasi JI Puunaka diikuti 13 kontraktor dan Rehabilitasi JI Nangadolu diikuti 12 kontraktor.

Sementara satu-satunya proyek irigasi yang terus berproses sesuai jadwal yakni Rehabilitasi JI di Desa Tilang Kecamatan Nita senilai Rp 660 juta. Proyek ini diikuti 13 kontraktor.

“Ya, 3 paket itu gagal lelang karena dari evaluasi penawaran diketahui tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan,” jelas Fransiskus Metsen.

Dia menduga peserta lelang tidak membaca dan mempelajari secara utuh dokumen lelang. Dokumen lelang yang dipakai pada kegiatan proyek ini, kata dia, mengacu kepada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2020.

Baca Juga :  Bangunan SDN Wolomoni di Niawula Ende Digusur Paksa, Jadikan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas FP NTT Nasional Kecam Keras!

“Mungkin saja peserta lelang masih menggunakan pemahaman pada Perpres yang lama. Padahal ada perbedaan yang mendasar. Tapi ini hanya dugaan saja,” ujar dia.

Menyertai pelelangan ulang, Pokja mengubah salah satu persyaratan. Peserta lelang diminta memasukkan 1 jenis dokumen SKT. Padahal pada pelelangan sebelumnya Pokja mensyaratkan 2 dokumen SKT.

Fran Metsesn beralasan pada saat aanwijzing banyak rekanan yang mengusulkan agar hanya 1 dokumen SKA. Pokja mempertimbangkan hal itu, kemudian memasukkan dalam addendum dokumen kontrak.

Ketika ditanya perubahan persyaratan ini sebagai upaya meloloskan kontraktor tertentu, Frans Metsen menampiknya.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA