Guru Honor Ajak Berdamai, Kepala SD Wairotang Mengelak

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 7 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen ajakan damai guru honor ditolak Kepala SD Wairotang, di ruang Komisi 3 DPRD Sikka, Kamis (27/8)

Momen ajakan damai guru honor ditolak Kepala SD Wairotang, di ruang Komisi 3 DPRD Sikka, Kamis (27/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Suasana kegiatan belajar mengajar pada SD Wairotang di Kecamatan Kewapante diperkirakan berlangsung tidak kondusif. Pasalnya guru honor yang sempat “dipecat” mengajak berdamai, tapi kepala sekolah justeru mengelak.

Ajakan damai terjadi usai keduanya menghadiri rapat dengar pendapat antara Komisi 3 DPRD Sikka dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Sikka, Kamis (27/8).

Usai RDP, Selvina Motong, sang guru honor mendekati Kepala SD Wairotang Lusia Da Opa, dan langsung mengulurkan tangannya sebagai bentuk perdamaian. Namun dengan spontan Lusia Da Opa menepis tangan guru honor itu, menunjukkan sikap tidak mau berdamai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas PKO Mayella da Cunha bersama beberapa anggota Komisi 3 yang menyaksikan ini sempat memberi dukungan kepada Lusia Da Opa agar mau berdamai, namun kepala sekolah ini bersikeras menolaknya.

Usulan agar persoalan ini diselesaikan dengan saling berjabatan tangan sebagai simbol perdamaian, dilontarkan Wakil Ketua Komisi 3 Wenseslaus Wege. Dia menguatirkan konflik antara Kepala SD Wairotang dan guru honor berimbas pada KBM di sekolah itu.

Baca Juga :  100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Sebelumnya dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng, disepakati masalah ini dikembalikan ke sekolah, dengan menghormati keputusan yang sudah dikeluarkan Dinas PKO Sikka.

Dinas PKO Sikka telah mengeluarkan keputusan agar Kepala SD Wairotang mengaktifkan kembali Selvina Motong sebagai guru honor di sekolah tersebut. Guru honor dengan basik sarjana pendidikan ini mengajar di SD Wairotang sejak tahun 2009.

Konflik antara Selvina Motong dan Lusia Da Opa berawal dari penetapan besaran dana BOS untuk guru honor di sekolah itu. Pada pertemuan awal disepakati guru honor menerima Rp 500 ribu. Namun kesepakatan ini dimentahkan pada rapat tanggal 11 April 2020, di mana dana BOS untuk guru honor sebesar Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Tidak puas dengan kesepakatan terakhir, Selvina Motong yang ditugaskan sebagai notulen rapat, secara spontan melemparkan buku notulensi rapat ke hadapan kepala sekolah dan dewan guru. Perilaku ini rupanya membuat kesal kepala sekolah yang 6 bulan lagi memasuki masa purnatugas.

Setelah kejadian itu, sekolah menggelar rapat komite dan dewan guru untuk membentuk Tim Penjaringan Seleksi Guru Honor dan Tenaga Kependidikan. Ini adalah pertama kali dilakukan seleksi guru honor dan tenaga kependidikan sejak Lusia Da Opa menjadi Kepala SD Wairotang dari tahun 2013.

Atas dasar berbagai pertimbangan, sekolah tidak lagi menerima Selviana Motong untuk mengajar di sekolah tersebut. Keputusan sekolah ini kemudian dianulir oleh Dinas PKO Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago

Bencana Alam

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:04 WITA

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA