Dampak Gagal Panen, Warga Done Mulai Konsumsi Ubi Hutan Beracun

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 9 September 2020 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 62 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inilah ubi hutan beracun hasil galian warga untuk dikonsumsi sebagai pengganti jagung dan beras, Selasa (8/9)

Inilah ubi hutan beracun hasil galian warga untuk dikonsumsi sebagai pengganti jagung dan beras, Selasa (8/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Warga dua dusun di Desa Done Kecamatan Magepanda kini mulai mengonsumsi ubi hutan beracun. Hal ini untuk mengatasi dampak gagal panen yang sedang melilit mereka.

Ubi hutan beracun yang dikonsumsi, sudah melalui proses pengolahan secara tradisionil. Masyarakat meyakini dengan proses pengolahan yang mereka lakukan, racun pada ubi hutan bisa dimatikan, sehingga ubi hutan tersebut layak dikonsumsi.

Petrus Nale, warga Dusun Ladobewa, menjelaskan setidaknya puluhan warga Dusun Ladonewa dan Dusun Watu Wa yang kini mulai rajin mencari ubi hutan.

Setiap hari mereka turun ke hutan untuk mencari ubi hutan sebagai pengganti beras. Hal ini dikarenakan tanaman mereka seperti jagung dan padi mengalami gagal panen akibat kemarau panjang.

“Sudah dua bulan ini kami konsumsi ubi hutan agar bisa bertahan hidup. Mau bagaimana lagi,” ungkap Petrus Nale, Selasa (8/9).

Baca Juga :  Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Petrus Nale menyampaikan mereka terpaksa konsumsi ubi hutan beracun, karena tidak ada pilihan lagi. Rata-rata warga yang konsumsi ubi hutan dikarenakan persediaan stok logistik sudah habis, dan terutama tidak punya cukup uang.

Dia mengaku menerima bantuan langsung tunai, namun katanya, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak sekolah di tengah masa pandemi corona.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru