Abaikan Protokoler Kesehatan, Demonstran Alasan Tidak Percaya Corona

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstran membentuk kerumunan tanpa jaga jarak

Demonstran membentuk kerumunan tanpa jaga jarak

Maumere-SuaraSikka.com: Aksi penolakan UU Cipta Kerja di Maumere, Jumat (9/10), mengabaikan protokoler kesehatan. Demonstran beralasan mereka tidak percaya dengan virus corona.

Abaikan Protokoler Kesehatan, Demonstran Alasan Tidak Percaya Corona

Beberapa kali personil Polres Sikka mengingatkan melalui pengeras suara agar mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi menegakkan protokoler kesehatan, terutama menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun mahasiswa membalasnya dengan enteng bahwa mereka tidak percaya dengan virus corona.

Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

“Lebih baik mati karena perjuangan melawan penindasan. Kami tidak percaya corona,” sambar seorang orator dari atas pikup di Jalan Eltari, di depan pintu masuk utama Kantor DPRD Sikka.

Abaikan Protokoler Kesehatan, Demonstran Alasan Tidak Percaya Corona

Sejauh pengamatan media ini, aksi yang mulai berlangsung dari Patung Teka Iku di Kelurahan Kota Baru, hingga Gedung DPRD Sikka, jauh dari imbauan pemerintah tentang penegakkan protokoler kesehatan.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Abaikan Protokoler Kesehatan, Demonstran Alasan Tidak Percaya Corona

Tidak saja demonstran, aparat keamanan pun terpaksa mengabaikan protokoler kesehatan karena harus membentuk barikade pengamanan di pintu masuk utama Kantor DPRD Sikka.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus yang dikonfirmasi terkait kegiatan yang mengabaikan protokoler kesehatan, mengimbau agar semua masyarakat wajib menegakkan protokoler kesehatan.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru