Amankan Bendera Merah Putih, Kris Sina Dapat Penghargaan dari Pemerintah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 81 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kristianus Sina, penyelamat bendera merah putih, menerima penghargaan dari Penjabat Bupati Sikka, Jumat (17/8) malam di Gedung SCC

Foto: Kristianus Sina, penyelamat bendera merah putih, menerima penghargaan dari Penjabat Bupati Sikka, Jumat (17/8) malam di Gedung SCC

Maumere, SuaraSikka.com – Aksi heroik Kristianus Sina, mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat. Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan penghargaan kepada anggota Intel Kodim 1603 Sikka itu yang telah mengamankan bendera merah putih. Penghargaan berupa sebuah plakat dan sejumlah uang.
Penyerahan penghargaan kepada Kristianus Sina dilangsungkan di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Jumat (17/8) malam, pada acara toast kenegaraan. Ratusan orang yang hadir di Gedung SCC memberikan tepuk tangan meriah ketika Kristianus Sina menerima penghargaan.
Kepada media ini, Kristianus Sina mengaku tidak menyangka mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Sebagai seorang prajurit, dia mengatakan apa yang dia lakukan adalah sebuah upaya spontanitas agar prosesi penurunan bendera merah putih dapat berlangsung secara baik dan normal.
Berita Terkait:
“Memang itu spontanitas saja. Saya terharu melihat paskibra tidak bisa menurunkan bendera merah putih. Saya yakin ada yang macet pada bagian atas. Karena itu saya terdorong untuk membetulkannya,” jelas pria berusia 49 tahun itu.
Dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan penghargaan atas upaya yang sudah dia lakukan. Buat dia, penghargaan ini sebagai pesan untuk terus menjaga keutuhan negara kesatuan RI (NKRI) termasuk atribut-atribut negara seperti bendera merah putih.
Sebagaimana diberitakan, upacara penurunan bendera merah putih, Jumat (17/8) petang, di Lapangan Umum Kota Baru Maumere sempat mengalami kendala. Bendera merah putih tidak bisa diturunkan. Kristian Sina spontan memanjat tiang bendera setinggi kurang lebih 12-meter untuk membetulkan pengait bendera. Aksi heroik ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.10 Wita. Pengerek bendera yang bertugas petang itu adalah Yosua Aci Dena, Petrus Venansius Bata, dan Fernando Mulya Sandro Rihi. Mereka sudah berupaya menarik turun bendera merah putih, namun sang saka tidak bisa diturunkan. Para pengerek bendera mencoba hingga dua kali lagi namun tetap saja gagal. Sampai dengan lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, bendera merah putih belum bisa diturunkan.
Melihat kondisi ini, Kristianus Sina yang berada tidak jauh dari lapangan upacara langsung spontan berinisiatif memanjat tiang bendera. Angggota Intel Kodim 1603 Sikka yang berpangkat sersan satu itu terlebih dahulu meminta izin kepada perwira upacara. Setelah dibolehkan, dia pun langsung melepas sepatu dan pakaian.
Dengan berat badan 49 kilogram, Kristianus Sina memanjat tiang bendera tanpa rasa takut. Kurang lebih 5 menit, dia sudah berada di atas puncak tiang bendera. Dia pun membetulkan tali pengait, dan kemudian bendera merah putih diturunkan. Para peserta upacara dan masyarakat yang menyaksikan aksi heroik itu langsung memberikan tepuk tangan meriah.*** (eny)
Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru