Dinkes Sikka Sasar Imunisasi Campak dan Rubella pada 91.658 Anak

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 21 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas medis sedang melakukan imunisasi campak dan rubella bertepatan dengan pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere, Kamis (2/8).

Foto: Petugas medis sedang melakukan imunisasi campak dan rubella bertepatan dengan pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere, Kamis (2/8).

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak” ~ Mahatma Gandhi

Maumere, SuaraSikka.com – Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus, Kamis (2/8), melakukan pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella, bertempat di Aula Santa Theresia Avila Maumere. Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan akan menyasar imunisasi pada 91.658 anak di Kabupaten Sikka yang berusia dari 9 tahun hingga kurang dari 15 tahun.
Pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella dilakukan dengan pemukulan gong oleh Mekeng P. Florianus. Hadir saat itu antara lain Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Dominggus Mere, serta puluhan guru dan anak-anak sekolah. Setelah pencanangan, langsung diikuti dengan kegiatan imunisasi kepada beberapa balita dan anak sekolah.
Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost effective. Banyak kasus kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit, yang saat ini dapat dicegah dan diatasi dengan imunisasi. Karenanya program imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka akan menjadi rutin dilakukan selama bulan Agustus dan September ini.
BERITA TERKAIT: Sembilan Anak di Sikka Terserang Rubella
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Ninu mengatakan 91.658 anak yang menjadi sasaran imunisasi tersebar di 644 Posyandu, 130 PAUD, 86 TKK, 348 SD, 92 SMP, 29 SMA, serta drop out sekolah. Dari jumlah sasaran, yang terbanyak adalah kelompok anak sekolah dasar berjumlah 43.131 orang, selanjutnya posyandu 25.709, dan disusul kelompok umur lainnya.
Dia mengakui yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka antara lain karena jumlah sasaran yang banyak dan wilayah yang sulit terjangkau. Untuk mengatasi ini, Dinkes akan memberdayakan posyandu yang ada di Kabupaten Sikka, termasuk bersinergi dengan sekolah-sekolah dan puskesmas.
Setidaknya terdapat 10 penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti penyakit hepatitis B, TBC, difteri, pertusis, tetanus, polio, kanker leher rahim, pneumonia, meningitis serta campak. Dan sejak tahun 2017 sudah ditambahkan vaksin rubella yang diintroduksi dengan vaksin campak. Hingga saat ini belum ada obat untuk mencegah campak dan rubella. Salah satu cara yang paling mudah agar tidak tertular yakni dengan pemberian imunisasi.
Menurut Maria Bernadina Sada Ninu, penyakit campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya terhadap perkembangan kesehatan anak-anak.
Campak dapat menyebabkan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit, batuk pilek, mata merah hingga kompliksi berat, dapat meyebabkan radang paru-paru, radang otak sampai menimbulkan kematian. Sementara rubella sangat berbahaya pada ibu hamil karena dapat mengakibatkan keguguran dan bayi yang dilahirkan mengalami kelainan konginetal atau cacat bawaan seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, ketulian dan kebutaan.
Kabupaten Sikka sering mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak. Terakhir pada tahun 2015 terjadi KLB di Kecamatan Palue, dengan jumlah kasus 5 orang. Sementara rubella diidentikasi terjadi di tahun 2018 ini, di mana ditemukan 5 anak di desa Nenbura  Kecamatan Doreng dan 4 anak di Korobhera Kecamatan Mego.
Kondisi ini menunjukkan bahwa virus rubella sudah ada di Kabupaten Sikka dan berpotensi menularkan kepada anak-anak dan ibu hamil. Dengan demikian kegiatan pemberian imunisasi campak dan rubella menjadi sangat penting untuk memutuskan rantai penularan campak dan rubella.*** (eny)
Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru