Gorgonius Nago Bapa Cetak Dua Sejarah

0
184
gorgonius nago bapa cetak dua sejarah
Foto: Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada upacara apel bendera HUT 73 RI di Lapangan Umum Kota Baru, Jumat (17/8)

“Kemerdekaan nasional bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya” ~ Sutan Syahrir.

Maumere, SuaraSikka.com – Gorgonius Nago Bapa, Ketua DPRD Sikka, mencatat dua sejarah pada peringatan HUT 73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8). Dengan jabatan yang politik yang melekat pada dirinya, catatan sejarah itu memang sudah menjadi hal yang biasa, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya.
Pada upacara apel bendera di pagi hari, Gorgonius Nago Bapa diberi peran membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setiap tahun, Ketua DPRD Sikka dipercayakan menjalankan peran itu. Selama kurang lebih 9 tahun, peran ini dilakukan oleh Rafael Raga.
Saat pelaksanan apel bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Rafael Raga sudah tidak lagi menjadi Ketua DPRD Sikka. Dia sudah mengundurkan diri karena keikutsertaan sebagai Calon Wakil Bupati Sikka pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 lalu. Gorgonius Nago Bapa sendiri dilantik sebagai Ketua DPRD Sikka pada 3 Juli 2018 lalu.
Catatan sejarah yang lain pada Gorgonius Nago Bapa yakni menjadi Inspektur Upacara pada upacara penuruan bendera merah putih pada sore harinya. Meski baru pertama kali, dia menjalankan tugas ini secara baik.
Sayangnya, upacara ini sempat mengalami gangguan sewaktu bendera merah putih akan diturunkan. Tampak terjadi masalah pada pengait bendera, sehingga sang saka tidak bisa diturunkan secara sempurna.
Gorgonius Nago Bapa yang waktu itu bertindak sebagai inspektur upacara mengaku sangat tenang menghadapi insiden tersebut. Dia tidak kaget, tegang atau pun panik. Dan setelah itu dia melihat seorang tentara masuk ke lapangan upacara, kemudian memanjat tiang bendera untuk membetulkan pengait bendera yang mengalami gangguan.
Terhadap insiden ini, Gorgonius Nago Bapa menganggap sebagai sebuah kesalahan teknis yang bisa saja terjadi. Menurut dia, sangat susah mendapatkan hal yang sempurna pada kegiatan-kegiatan seperti itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini