Adu Pinalti, Indonesia Tersingkir

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 00:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pertandingan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab pada babak 16 besar cabang sepak bola Asian Games, Jumat (24/8)

Foto: Pertandingan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab pada babak 16 besar cabang sepak bola Asian Games, Jumat (24/8)

Bekasi-SuaraSikka.com: Timnas U23 Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas U 23 Uni Emirat Arab (UEA) pada cabang sepak bola Asian Games. Bertanding di depan ribuan penonton yang memadati Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jumat (24/8), Indonesia tersingkir setelah kalah adu penalti.
Sebelumnya, hingga babak tambahan, skor bertahan imbang 2-2. Gol Indonesia dicetak Alberto Goncalves pada menit 52 dan Stefano Lilipaly di menit 94. Sementara gol UEA dicetak Zayed Al Ameri melalui eksekusi penalti pada menit 20 dan 65.
Dua eksekutor Indonesia, Septian David Maulana dan Saddil Ramdani, gagal melakukan tugasnya dengan sempurna. Tendangan Septian David Maulana melambung di atas mistar, sementara tendangan Saddil Ramdani dengan mudah diantisipasi kiper UEA, Mohamed Alshamsi. Satu pemain UEA, Abdalla Ghanim Alalawi, gagal mengeksekusi penalti karena tendangannya membentur mistar.
UEA akhirnya memenangkan adu pinalti dengan skor 4-3. Dengan hasil ini, UEA melaju ke babak 8 besar. Indonesia sendiri harus tersingkir dengan terhormat. Hasil ini mengulang catatan pasukan Aji Santoso pada Asian Games 2014 di Incheon. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal memenuhi target yang dicanangkan. Mereka diharapkan bisa menembus semifinal.
Sepak bola Indonesia memang belum berbicara banyak di pentas Asian Games. Pada tahun 1951 di New Delhi, Indonesia gugur pada laga pertama, setelah kalah 0-3 dari tuan rumah India. Minimnya persiapan dan kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih prematur dinilai menjadi alasan utama kegagalan timnas kala itu.
Kemudian di Asian Games Manila 1954, Indonesia terhenti di babak semifinal. Belajar dari kegagalan di New Delhi, PSSI dan pemerintah melakukan persiapan lebih serius. Pemusatan latihan dimulai satu tahun sebelum Asian Games dimulai. Pelatih Antun Pogacnik ditunjuk. Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal, sebelum dikalahkan Cina 2-4.
Setelah capaian semifinal di Asian Games 1954, Indonesia mulai disegani di kancah Asia. Julukan Macan Asia pun semakin melekat dengan Indonesia setelah berhasil menyabet medali perunggu di Asian Games 1958 di Tokyo. Indonesia berhasil mengalahkan India 4-1 di pertandingan perebutan medali perunggu. Capaian ini merupakan prestasi terbaik Timnas Indonesia sepanjang sejarah Asian Games.
Pada tahun 1962, bertindak sebagai tuan rumah, Presiden Soekarno targetkan emas sepak bola. Target ini mengingat raihan Indonesia pada dua Asian Games sebelumnya. Namun, borok persepakbolaan Indonesia yang saat itu dilumuri praktik politik dan perjudian, menyeret 10 pemain timnas terlibat kasus pengaturan skor. Antun Pogacnik pun terpaksa kehilangan banyak pemain kunci menuju Asian Games 1962 yang saat itu telah di depan mata. Alhasil, Indonesia tersingkir pada babak grup.
Pada dua Asian Games berikutnya di Bangkok, tahun 1966 dan 1970, Indonesia kembali gagal. Minimnya prestasi ini membuat KONI memutuskan untuk tidak mengirim sepak bola ke ajang Asian Games selama 16 tahun. Timnas sepak bola Indonesia pun absen pada tiga edisi Asian Games.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegur PSSI karena tidak mengikutsertakan sepak bola pada tiga gelaran Asian Games berturut-turut. Akhirnya pada Asian Games 1986 di Seoul, Indonesia kembali mengirimkan timnas. Hasilnya sedikit mengejutkan. Indonesia berhasil lolos ke semifinal untuk kali ketiga, sebelum akhirnya dikandaskan Korea Selatan 0-4.
Setelah hasil ini, Indonesia vakum selama 20 tahun, karena dianggap tidak memiliki kemampuan bersaing. Timnas baru kembali beradu pada Asian Games 2006 di Doha. Hasilnya mengecewakan. Indonesia tersisih setelah menjadi juru kunci grup dengan hanya menciptakan satu buah gol.
Pada Asian Games 2014 di Incheon, Indonesia kembali merumput. Timnas berhasil lolos menjadi runner-up grup dengan raihan dua kemenangan. Indonesia bertemu Korea Utara pada babak 16 besar dan akhirnya gugur karena kalah 1-4.*** (eny)
Baca Juga :  Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Persami Maumere di Ujung Tanduk
Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA