Adu Pinalti, Indonesia Tersingkir

0
191
Adu Pinalti, Indonesia Tersingkir
Foto: Pertandingan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab pada babak 16 besar cabang sepak bola Asian Games, Jumat (24/8)
Bekasi-SuaraSikka.com: Timnas U23 Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas U 23 Uni Emirat Arab (UEA) pada cabang sepak bola Asian Games. Bertanding di depan ribuan penonton yang memadati Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jumat (24/8), Indonesia tersingkir setelah kalah adu penalti.
Sebelumnya, hingga babak tambahan, skor bertahan imbang 2-2. Gol Indonesia dicetak Alberto Goncalves pada menit 52 dan Stefano Lilipaly di menit 94. Sementara gol UEA dicetak Zayed Al Ameri melalui eksekusi penalti pada menit 20 dan 65.
Dua eksekutor Indonesia, Septian David Maulana dan Saddil Ramdani, gagal melakukan tugasnya dengan sempurna. Tendangan Septian David Maulana melambung di atas mistar, sementara tendangan Saddil Ramdani dengan mudah diantisipasi kiper UEA, Mohamed Alshamsi. Satu pemain UEA, Abdalla Ghanim Alalawi, gagal mengeksekusi penalti karena tendangannya membentur mistar.
UEA akhirnya memenangkan adu pinalti dengan skor 4-3. Dengan hasil ini, UEA melaju ke babak 8 besar. Indonesia sendiri harus tersingkir dengan terhormat. Hasil ini mengulang catatan pasukan Aji Santoso pada Asian Games 2014 di Incheon. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal memenuhi target yang dicanangkan. Mereka diharapkan bisa menembus semifinal.
Sepak bola Indonesia memang belum berbicara banyak di pentas Asian Games. Pada tahun 1951 di New Delhi, Indonesia gugur pada laga pertama, setelah kalah 0-3 dari tuan rumah India. Minimnya persiapan dan kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih prematur dinilai menjadi alasan utama kegagalan timnas kala itu.
Kemudian di Asian Games Manila 1954, Indonesia terhenti di babak semifinal. Belajar dari kegagalan di New Delhi, PSSI dan pemerintah melakukan persiapan lebih serius. Pemusatan latihan dimulai satu tahun sebelum Asian Games dimulai. Pelatih Antun Pogacnik ditunjuk. Timnas Indonesia berhasil melaju ke semifinal, sebelum dikalahkan Cina 2-4.
Setelah capaian semifinal di Asian Games 1954, Indonesia mulai disegani di kancah Asia. Julukan Macan Asia pun semakin melekat dengan Indonesia setelah berhasil menyabet medali perunggu di Asian Games 1958 di Tokyo. Indonesia berhasil mengalahkan India 4-1 di pertandingan perebutan medali perunggu. Capaian ini merupakan prestasi terbaik Timnas Indonesia sepanjang sejarah Asian Games.
Pada tahun 1962, bertindak sebagai tuan rumah, Presiden Soekarno targetkan emas sepak bola. Target ini mengingat raihan Indonesia pada dua Asian Games sebelumnya. Namun, borok persepakbolaan Indonesia yang saat itu dilumuri praktik politik dan perjudian, menyeret 10 pemain timnas terlibat kasus pengaturan skor. Antun Pogacnik pun terpaksa kehilangan banyak pemain kunci menuju Asian Games 1962 yang saat itu telah di depan mata. Alhasil, Indonesia tersingkir pada babak grup.
Pada dua Asian Games berikutnya di Bangkok, tahun 1966 dan 1970, Indonesia kembali gagal. Minimnya prestasi ini membuat KONI memutuskan untuk tidak mengirim sepak bola ke ajang Asian Games selama 16 tahun. Timnas sepak bola Indonesia pun absen pada tiga edisi Asian Games.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegur PSSI karena tidak mengikutsertakan sepak bola pada tiga gelaran Asian Games berturut-turut. Akhirnya pada Asian Games 1986 di Seoul, Indonesia kembali mengirimkan timnas. Hasilnya sedikit mengejutkan. Indonesia berhasil lolos ke semifinal untuk kali ketiga, sebelum akhirnya dikandaskan Korea Selatan 0-4.
Setelah hasil ini, Indonesia vakum selama 20 tahun, karena dianggap tidak memiliki kemampuan bersaing. Timnas baru kembali beradu pada Asian Games 2006 di Doha. Hasilnya mengecewakan. Indonesia tersisih setelah menjadi juru kunci grup dengan hanya menciptakan satu buah gol.
Pada Asian Games 2014 di Incheon, Indonesia kembali merumput. Timnas berhasil lolos menjadi runner-up grup dengan raihan dua kemenangan. Indonesia bertemu Korea Utara pada babak 16 besar dan akhirnya gugur karena kalah 1-4.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini