Motto Uskup Maumere: Duc In Altum
Dibaca 214 kali
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu didampingi Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira
Maumere-SuaraSikka.com: Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu, akan ditahbiskan pada Rabu (26/9) di Gelora Samador da Cunha Maumere. Uskup kelahiran Bajawa 30 Juli 1963 itu telah menetapkan motto Duc In Altum yang berarti Bertolaklah ke Tempat Yang Dalam. Motto ini diambil dari Lukas 5:4.
Duc In Altum menjadi usaha Uskup Ewal untuk menyatukan karya kepemimpinannya dengan pendahulunya. Dia menilai apa yang sudah dibuat baik oleh Mgr Gerulfus Kherubim Pareira akan diteruskan lebih dalam lagi. Uskup Kherubim yang ditahbiskan di Weetebula pada 25 April 1986 memilih motto Ut Omnes Unun Sint yang artinya Semoga Mereka Bersatu.
Selain motto, Mgr Ewal juga sudah menetapkan Logo Uskup Maumere. Logo itu terdiri dari empat unsur, yakni topi berwarna hijau (galero), salib, singel dan simpul-simpulnya, lalu topi, salib, singel dan 6 jumbai, dan unsur perisai episkopal berupa burung merpati, 7 pancaran sinar, dan latar belakang berwarna merah, lalu ikan, gandum, salib dengan huruf P dan latar belakang putih, serta perahu dan layarnya bermotifkan kain tenun adat dan orang banyak beraneka warna yang saling berpengangan tangan.
Berita Terkait:
Adapun topi berwarna hijau (galero) melambangkan wewenang dan jabatan seorang uskup sebagai pemimpin yang mengayomi dan melayani. Lalu salib, singel dan simpul-simpulnya melambangkan pelayanan suci dalam gereja lokal demi keselamatan jiwa-jiwa. Sementara topi, salib, singel dan 6 jumbai sebagai tanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.
Burung merpati, 7 pancaran sinar, dan latar belakang berwarna merah melambangkan roh kudus dengan tujuh karuniaNya yang tercurah atas gereja serta tujuh sakramen gerejani, sumber kehidupan dan kekuatan gereja.
Lalu ikan, gandum, salib dengan huruf P dan latar belakang putih melambangkan Kristus dan ekaristi yang menjadi pusat dan puncak dari perziarahan gereja menuju persatuan dengan Allah dalam semangat ketulusan dan kerendahan hati.
Dan perahu dan layarnya bermotifkan kain tenun adat dan orang banyak beraneka warna yang saling berpengangan tangan melambangkan wilayah teritorial gereja lokal Keuskupan Maumere yang terdiri dari keanekaan etnis dan budaya, golongan dan profesi yang sudah bersatu, berbagi, bersolider, dan mau bertolak ke tempat yang dalam.
Motto dan logo Uskup Maumere kini menjadi viral dalam gereja lokal bertepatan dengan penatahbisan Uskup Ewal. Tulisan motto dan gambar logo bisa terlihat pada hampir semua lokasi berkepentingan dengan acara sakral ini.*** (eny)