Korupsi Proyek E-KTP, Novanto dan Mekeng Baku Gigit

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 27 September 2018 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng

Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng

Jakarta-SuaraSikka.com: Dugaan korupsi Proyek E-KTP melahirkan konflik kepentingan dua politisi Partai Golkar, Setya Novanto dan Melchias Markus Mekeng. Keduanya saling menyerang dan terlibat “baku gigit”. Romantisme perkawanan beberapa tahun lalu pun hilang lenyap.
Dari berbagai informasi media, diketahui pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Selasa (18/9), Setnov kembali menyebut nama Mekeng sebagai salah satu penerima uang suap e-KTP. Setnov yang lebih dulu menjadi terpidana, dipanggil sebagai saksi untuk keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi dan pengusaha Made Oka Masagung.
Menurut Setnov, Mekeng menerima US$ 1 juta yang diserahkan Irvanto atas perintah Andi Agustinus alias Andi Narogong. Setnov mengatakan penyerahan uang berlangsung di ruangannya.
Ini merupakan kali kedua Setnov menyebut nama Mekeng sebagai penerima suap saat persidangan e-KTP. Selain Mekeng, dia juga menyebut sejumlah nama anggota DPR lainnya, yakni Chairuman Harahap, Ade Komaruddin, Jafar Hafsah, Agun Gunandjar Sudarsa, Markus Nari, Mirwan Amir, dan Olly Dondokambey. Nama-nama yang disebutkan Setnov telah membantah menerima duit e-KTP.
Dalam sidang tersebut Setnov menyebut ada aliran dana sebesar USD 500.000 pada Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng. Mendengar namanya kembali disebut, Mekeng langsung membantahnya. Dia meminta mantan Ketua Umum Partai Golkar itu untuk membuktikannya.
“Kalau dia bilang serahkan, kapan diserahkan, di mana diserahkan, bentuknya gimana, harus dia buktikan kan hukum,” kata Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9).
Mekeng juga enggan ambil pusing dengan ucapan Setnov. Baginya, apa yang dikatakan Setnov hanya pepesan kosong.
“Yang kita harus curiga dia harus membayar 7,3 juta dolar, kan. Keputusan itu. Dia terima itu. Kenapa jadi dibuang ke orang lain? Nanti lama-lama dia gila sendiri nyebut-nyebut, enggak ada ini. Kan, gitu. Jadi, dia boleh sebut seribu kali kalau enggak ada bukti, kan, ya itu pepesan kosong,” ujarnya.
Setnov, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menanggapi santai umpatan mantan anggota Badan Anggaran DPR RI Melchias Markus Mekeng. Usai menjadi saksi pada sidang kasus penerimaan suap oleh Fayakhun Andriadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Setnov tak mau ambil pusing pernyataan Mekeng.
“Biarkan saja nanti juga kualat sendiri,” ujar Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (26/9).
Selain nama Mekeng, mantan Ketua DPR itu menyebut sejumlah anggota DPR lainnya juga turut menikmati bancakan proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Olly Dondokambey dan Tamsil Lindrung menjadi daftar nama legislatif yang disebut namanya oleh Setnov.
Nama-nama tersebut sempat dia cocokkan dengan Muhammad Nazaruddin di sel tempatnya mendekam saat ini, Lapas Sukamiskin, Bandung. Menurut dia, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tahu seluk-beluk penerimaan uang oleh ketiga nama itu.*** (eny)
Baca Juga :  Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA