Tragedi Ratna, Bukti Ada Pihak Yang Kerjanya Produksi Kebohongan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 4 Oktober 2018 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 18 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira

Jakarta-SuaraSikka.com: Rakyat di negara ini dikejutkan dengan tragedi penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Ternyata peristiwa itu hanyalah sebuah pembohongan publik. Tabir ini membuktikan bahwa sesungguhnya ada pihak-pihak yang kerjanya memperoduksi kebohongan untuk disebarkan dan mengacaukan publik.
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira juga tidak mau diam. Dia pun ikut angkat bicara atas pembohongna publik yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan NTT 1 ini menganalisis pembohongan publik Ratna Sarumpaet dan dampaknya secara sederhana saja. Setidaknya menurut anggota Komisi I DPR RI itu, ada empat pelajaran yang bisa dipetik dari tragedi pembohongan Ratna Sarumpaet.
Dia menegaskan bahwa sebuah kebohongan harus diikuti dengan rekayasa kebohongan-kebohongan berikutnya. Ini untuk menjelaskan seolah-olah kasus tersebut adalah fakta. Dani tu sangat terliht jelas dari pengakuan seorang Ratna Sarumpaet, yang nota bene adalah mantan pemain teater.
Permainan teatrikal Ratna Sarumpaet, telah menjebak tokoh-tokoh nasional. Fadli Zon dan Fahri Hamzah, yang adalah Wakil Ketua DPR terjebak. Termasuk Amin Rais, Rizal Ramli, dan Dahnil Simanjuntak. Bahkan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ikut terjebak dalam permainan kebohongan Ratna Sarumpaet.
“Di tengah bencana Sulawesi Tengah yang seharusnya membutuhkan perhatian pemimpin,  Prabowo dan Sandiaga Uno ikut-ikutan memberikan perhatian kepada kebohongan seorang pemain teater Ratna Sarumpaet,” sindir Andreas Hugo Pareira.
Lebih parah lagi, cuitan Benny K Harman di akun twitter pribadinya. Politisi Partai Demokrat dan tiga kali gagal Calon Gubernur NTT itu justeru menuduh Presiden Joko Widodo memelihara preman untuk meninju Ratna Sarumpaet. Andreas HugoPareira menyesalkan tudingan itu.
Dampak lain dari kebohongan Ratna Sarumpaet menurut Andreas Hugo Pareira yakni telah menyibukkan pihak kepolsiian dan menguras perhatian publik. Padahal kata dia, aparat keamanan dan juga publik seharusnya lebih memperhatikan perisriwa bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.
Andreas Hugo Pareira menambahkan tragedi pembohongan Ratna Sarumpaet seharusnya menyadarkan seluruh rakyat Indonesia bahwa sesungguhnya ada individu maupun kelompok-kelompok tertentu yang bekerja memproduksi kebohongan untuk disebarkan dan mengacaukan publik.
“Kasus Ratna Sarumpaet menyadarkan kita betapa kejinya rekayasa informasi yang dibuat oleh seorang Ratna Sarumpaet didukung pihak-pihak tertentu untuk kepentingan-kepentingan berkampanye, mendiskreditkan pihak lain, termasuk mem-black campiagn Presiden Jokowi, seolah-olah Jokowi-lah yang memerintahkan orang untuk menganiayas Ratna Sarumpaet,” ujar putra asli Kabupaten Sikka itu.
Andreas Hugo Pareira berharap pihak-pihak yang sudah terjebak dalam kebohongan Ratna Sarumpaet, secara jiwa besar mengakui kesalahan  dan meminta maaf kepada publik, hal mana yang sudah dilakukan Ratna Sarumpaet sebagai biang pembohongan publik.*** (eny)
Baca Juga :  NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA