Ratna Sarumpaet Hoax, Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais  memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10)

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10)

Jakarta-SuaraSikka.com: Kasus penyebaran hoax atas kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet, kian panjang urusannya. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10), sebagai saksi atas kasus tersebut.
Amien Rais didampingi putrinya Hanum Rais tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada pukul 10.12 WIB. Amien Rais yang mengenakan jas coklat muda dan peci hitam berjalan menuju pintu masuk utama Polda Metro Jaya. Tak hanya Hanum, massa alumni 212 juga mendampingi Amien Rais saat pemeriksaan. Mereka menggelar aksi di depan Mapolda Metro Jaya.
Hari ini merupakan penjadwalan ulang pemanggilan Amien Rais. Sebelumnya polisi sudha melayangkan surat panggilan agar Amien Rais menghadap pada Jumat (5/10). Namun Amien Rais tidak panggilan polisi.
Amien Rais menilai pemanggilannya adalah janggal. Dia mengatakan, pemanggilan atas dirinya dilayangkan polisi pada 2 Oktober 2018. Sementara Ratna Sarumpaet baru ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hoax pada 4 Oktober 2018.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere

“Ini sangat amat janggal sekali. Karena RS (Ratna Sarumpaet) pada tanggal itu belum memberikan keterangan apa pun kepada polisi, sedangkan surat panggilan saya sudah jadi duluan,” katanya.
Amien Rais bersama calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10). Hal inilah yang menjadi dasar pemanggilan Amien Rais sebagai saksi. Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Namun, pada Rabu (3/10) sore, Ratna Sarumpaet mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya hanya bohong belaka.
Sebelum memeriksa Amien Rais, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sebagai saksi atas kasus ini pada Selasa (9/10).
Wakil Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Asep Syaripudin mengatakan pemanggilan Amien Rais ke Polda Metro Jaya adalah hal yang keliru. Pasalnya, menurut dia, Amien Rais tidak pernah menyebarkan kebohongan terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet.
“Kami mengatakan apa yang dilakukan polisi adalah sesuatu yang keliru, adalah bentuk pembodohan kepada rakyat. Pak Amien tidak pernah berbohong dan menyebarkan kebohongan,” ujar Asep dalam orasinya di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).
Ia mengatakan, kehadiran beberapa ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dimaksudkan untuk mengawal Amien dalam pemeriksaan tersebut.
“Kami tidak akan demo, tidak anarkistis, kami hanya mengawal. Kami akan pastikan Polda tidak melakukan kriminalisasi kepada Profesor Amien Rais,” kata dia.
Sebelumnya, anggota Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Surya Imam Wahyudi, memastikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais akan memenuhi panggilan pemeriksaan kedua sebagai saksi terkait kasus dugaan penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya, Amien Rais akan diperiksa pada hari ini, Rabu (10/10) pukul 10.00 WIB.*** (eny)

Berita Terkait

Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru