Ratna Sarumpaet Hoax, Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi

0
289
Ratna Sarumpaet Hoax, Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10)
Jakarta-SuaraSikka.com: Kasus penyebaran hoax atas kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet, kian panjang urusannya. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10), sebagai saksi atas kasus tersebut.
Amien Rais didampingi putrinya Hanum Rais tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada pukul 10.12 WIB. Amien Rais yang mengenakan jas coklat muda dan peci hitam berjalan menuju pintu masuk utama Polda Metro Jaya. Tak hanya Hanum, massa alumni 212 juga mendampingi Amien Rais saat pemeriksaan. Mereka menggelar aksi di depan Mapolda Metro Jaya.
Hari ini merupakan penjadwalan ulang pemanggilan Amien Rais. Sebelumnya polisi sudha melayangkan surat panggilan agar Amien Rais menghadap pada Jumat (5/10). Namun Amien Rais tidak panggilan polisi.
Amien Rais menilai pemanggilannya adalah janggal. Dia mengatakan, pemanggilan atas dirinya dilayangkan polisi pada 2 Oktober 2018. Sementara Ratna Sarumpaet baru ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hoax pada 4 Oktober 2018.

Berita Terkait:


“Ini sangat amat janggal sekali. Karena RS (Ratna Sarumpaet) pada tanggal itu belum memberikan keterangan apa pun kepada polisi, sedangkan surat panggilan saya sudah jadi duluan,” katanya.
Amien Rais bersama calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10). Hal inilah yang menjadi dasar pemanggilan Amien Rais sebagai saksi. Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Namun, pada Rabu (3/10) sore, Ratna Sarumpaet mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya hanya bohong belaka.
Sebelum memeriksa Amien Rais, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sebagai saksi atas kasus ini pada Selasa (9/10).
Wakil Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Asep Syaripudin mengatakan pemanggilan Amien Rais ke Polda Metro Jaya adalah hal yang keliru. Pasalnya, menurut dia, Amien Rais tidak pernah menyebarkan kebohongan terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet.
“Kami mengatakan apa yang dilakukan polisi adalah sesuatu yang keliru, adalah bentuk pembodohan kepada rakyat. Pak Amien tidak pernah berbohong dan menyebarkan kebohongan,” ujar Asep dalam orasinya di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).
Ia mengatakan, kehadiran beberapa ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dimaksudkan untuk mengawal Amien dalam pemeriksaan tersebut.
“Kami tidak akan demo, tidak anarkistis, kami hanya mengawal. Kami akan pastikan Polda tidak melakukan kriminalisasi kepada Profesor Amien Rais,” kata dia.
Sebelumnya, anggota Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Surya Imam Wahyudi, memastikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais akan memenuhi panggilan pemeriksaan kedua sebagai saksi terkait kasus dugaan penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya, Amien Rais akan diperiksa pada hari ini, Rabu (10/10) pukul 10.00 WIB.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini