Konkrite Usung Kehidupan Nelayan Tradisionil

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 12 Oktober 2018 - 20:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Kreatif Kojagete (Konkrit) memamerkan sejumlah hasil karya mereka pada Bursa Inovasi Desa di halaman Gedung SCC, Kamis (11/10)

Komunitas Kreatif Kojagete (Konkrit) memamerkan sejumlah hasil karya mereka pada Bursa Inovasi Desa di halaman Gedung SCC, Kamis (11/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah anak muda dari Desa Kojagete Kecamatan Alok Timur, tidak mau kalah bersaing dalam urusan kreatifitas dan inovasi. Mereka tergabung dalam wadah yang diberi nama Konkrite (Komunitas Kreatif Kojagate). Hasil kreatifitas mereka sebagian besar mengusung tema kehidupan nelayan tradisionil.
Tema ini bukanlah sesuatu yang asing  buat mereka. Maklumlah, karena hampir semua anggota Konkrite merupakan anak-anak nelayan, bahkan di antara mereka ada yang berprofesi sebagai nelayan. Mengungkap realitas hidup keseharian, itulah alasan Konkrite mengangkat tema seperti itu.
Seperti yang terlihat pada Bursa Inovasi Desa (BID) yang baru-baru digelar di halaman Sikka Convention Center (SCC), Kamis (11/10). Hardiyah sebagai Ketua Konkrite bersama anggota tampak sibuk menata beberapa hasil kreatifitias. Mereka memajang karya-karya seni mereka di atas sebuah meja.
Karya-karya Konkrite dibuat dalam bentuk miniatur, seperti speedboat, kapal rakyat, dan rumah panggung. Semua bahan dasar adalah bahan-bahan lokal dari bambu dan batang kelapa. Ada juga asesoris lain yang mana mereka memanfaatkan barang-barang sisa yang tidak terpakai, seperti sendok es krim yang terbuat dari kayu.
Tidak gampang menghasilkan karya-karya seni seperti itu. Untuk sebuah speedboat, Hardiyah membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Itu pun kalau setiap hari dia tekun mengerjakannya. Terkadang, dia juga harus melakukan aktifitas lain.
Speedboat miniatur, kapal rakyat miniatur, dan rumah panggung miniatur, setidaknya telah mewakili Konkrite untuk menyampaikan pesan tentang bagaimana suka duka kehidupan nelayan tradisionil. Mereka mengungkapkannya itu secara artistik, sesuai kemampuan dan bakat seni yang mereka miliki.
Konkrite sudah berkarya sejak tahun 2007. Sudah banyak karya miniatur yang mereka hasilkan. Ada yang menjadi pajangan rumah, namun tidak sedikit juga yang telah menghasilkan pendapatan. Meskipun jatuh bangun dengan pemasaran yang tidak jelas, Konkrite tidak pernah putus asa. Mereka terus berkarya, menghasilkan sesuatu bernilai jual dari bahan-bahan lokal yang sederhana.
Eksistensi Konkrite dan keunikannya telah mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka melirik Desa Kojagete. Desa ini pun masuk dalam nominasi desa kreatif. Tak pelak, baru-baru ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengirim Konkrite mengikuti pameran di Denpasar Bali.
Konkrite memiliki beberapa jejaring pemasaran. Sementara ini mereka melakukan kerja sama dengan Sea World Club (SWC). Banyak turis yang datang ke Kojagete, antara lain juga karena untuk mendapatkan hasil-hasil karya kreatifitias Konkrite.
Hardiyah dan kawan-kawan berniat untuk terus berkreasi dan berinovasi. Mereka berharap bisa mendapatkan perhatian dari desa, setidaknya untuk memanfaatkan dana desa. Begitu pun mereka berpesan agar pemerintah kabupaten mampu mencarikan peluang pasar sehingga hasil kreatifitas dan inovasi warga masyarakat bisa bernilai jual.*** (eny)
Baca Juga :  Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional
Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan
Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA