Kemenhub RI Kucurkan Rp 46 Miliar Lebih untuk KSOP Maumere

0
197
Kemenhub RI Kucurkan Rp 46 Miliar Lebih untuk KSOP Maumere
Yohanis Kumanireng, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Maumere selama tiga tahun terakhir ini mendapatkan kucuran dana yang begitu besar. Kementerian Perhubungan RI melalui APBN tiga tahun anggaran, 2016-2018, telah mengucurkan dana sebesar Rp 46.296.894.600.
Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk tiga jenis program kegiatan, yakni pembangunan dermaga senilai Rp 25.286.293.600, pembangunan kantor dan sisi darat senilai Rp 9.022.421.000, dan pengadaan angkutan laut perintis senilai Rp 11.988.180.000.
Kepala KSOP Maumere Yohanis Kumanireng menjelaskan intervensi pemerintah pusat melalui Kemenhub dimulai sejak tahun 2016. Di mana pada tahun anggaran itu dilaksanakan pembangunan dermaga yang kemudian diberi nama Dermaga Laurens Say. Dermaga ini dengan panjang 62 meter dan lebar 14 meter. Ada beberapa fasilitas di dermaga seperti 33 titik lampu dan 14 titik solar cell.
Kemudian pada tahun 2017, Kemenhub mengucurkan lagi dana untuk pembangunan kantor dan bagian sisi darat. KSOP Maumere dengan luas 520 meter persegi, ditambah halaman kantor seluas 980 meter persegi. Di kantor ini terdapat sejumlah fasilitas seperti rumah pompa, genset 30 KVA 1 unit, tower air, gapura dan pos jaga, pos darat dan pos laut, pagar BRC 584 meter, perlengkapan kantor dan CCTV 5 unit.
Lalu pada tahun 2018 datang lagi sejumlah dana, dalam bentuk sebuah kapal perintis yang diberi nama KM Sabuk Nusantara 101. Kapal ini dengan kapasitas 400 orang, ditambah awak kapal berjumlah 20 orang. Sabuk Nusantara 101 dengan panjang 62,80 meter, lebar 12 meter, tinggi geladak 4 meter, serta berkekuatan 1200 GT, dan kecepatan 12 knot.

Berita Terkait:


Yohanis Kumanireng menuturkan intervensi pemerintah pusat itu dalam rangka memperkuat jati diri sebagai bangsa maritim dan melayani kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Sikka. Presiden RI Joko Widodo memprioritaskan pembangunan di sektor maritim dengan membangun serta meningkatkan konektiftas antarpulau dan antardaerah di Indonesia.
“Salah satu langkahnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menggunakan dana APBN 2016 telah membangun dermaga,  dan pada tahun 2017 membangun kantor, serta tahun ini memberi KM Sabuk Nusantara 101,” ujar Yohanis Kumanireng saat acara pengresmian dermaga, kantor dan kapal perintis, Senin (15/10).
Pembangunan dermaga sejalan dengan program Nawacita yang dicanangkan Joko Widodo, yang mana mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dengan menggerakkan sektor-sektor strategs ekonomi domestik di seluruh tanah air di Indonesia.
Pembangunan dermaga juga sejalan dengan rencana kepentingan perhubungan, yakni jaringan trayek kapal perintis Sabuk Nusantara 101. Kapal perintis ini diharapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat pada wilayah terisolir, menigkatkan transportasi antarkabupaten dalam propinsi, dan meningkatkan ekonomi mkasyarakat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini