Teknologi ITE Merajut Nusantara Masuk Seminari Ritapiret

0
170
Teknologi ITE Merajut Nusantara Masuk Seminari Ritapiret
Andreas Hugo Pareira sedang berbicara pada Seminar Nasional Pemanfaatan Teknologi ITE Merajut Nusantara
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira yang familiar dengan AHP menyambangi Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret Maumere, Sabtu (20/10). Dia membawa teknologi informasi dan transkaksi elektronik (ITE) masuk ke tempat sekolah pendidikan calon imam itu melalui Seminar Nasional Pemanfaatan Teknologi ITE Merajut Nusantara.
Kegiatan ini sebagai bagian dari kunjungan kerja wakil rakyat dari daerah pemilihan NTT 1. Hadir bersama AHP antara lain Direktur Keuangan Badan Aksesibilitas dan Konektifitas Teknologi Informatika (BAKTI) Ahmad Juhari, perwakilan dari Seminari Ritapiret Inosensius Mansur, dan Anggota DPRD NTT Emanuel Kolfidus. Peserta seminar kurang lebih berjumlah 300 orang, terdiri dari para frater, mahasiswa-mahasiswi, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Selain sebagai narasumber, AHP juga didaulat membuka seminar nasional tersebut. Dalam sambutannya, dia mengatakan seminar nasional tersebut bemaksud agar para pengguna ITE, minimal peserta seminar, dapat memanfaatkan teknologi ITE sebagai sesuatu yang tepat guna sehingga terhindar dari pengaruh negatif yang ada di dalamnya.
Jaringan sinyal dan internet, kata dia, merupakan elemen penting dalam berkomunikasi. Dia menggambarkan seperti mobil, walau sebagus apapun  jika tidak ada bensin praktis mobil tersebut hanya jadi pajangan. Begitu juga dengan handphone jika tanpa jaringan sinyal atau internet.
AHP yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengibaratkan teknologi ITE seperti pisau bermata dua yang bila dimanfaatkan secara baik dapat berguna untuk kemajuan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara. Tetapi bila digunakan untuk hal-hal negatif, dapat menyebabkan perpecahan seperti yang diakibatkan oleh maraknya penyebaran hoax dan ujaran kebencian.
“Apalagi media mainstream sekarang banyak yang hanya sekedar mengikuti selera pasar dengan menyajikan tontonan yang dianggap tidak dibutuhkan masyarakat karena hanya berisi perdebatan-perdebatan semata,” ujar dia.
AHP berharap seminar nasional ini bisa membawa manfaat akan pentingnya memanfaatkan teknologi ITE yang tepat. Dia juga mendorong pelaku ekonomi di sektor bidang usaha agar dapat membuka diri dan lebih memperccepat kemajuan berusaha, menambah ilmu dan keterampilan serta pengalamanbaru dalam pemanfaatan teknologi ITE, termasuk memberikan hiburan yang dibutuhkan masyarakat setempat.
Sementara itu Ahmad Juhari memperkenalkan BAKTI sebagai sebuah badan di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. BAKTI bertugas untuk memberikan layanan kembali kepad amasyarakat dari dana yang dikembalikan oleh provider seluler untuk membangun BTS dan akses internet di daerah yang tertinggal, terluar, dan terdepat (3T).
Sementar ini BAKTI sedang membangun Palapa Ring yaitu jaringan secara optik nasional yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Palapa Ring ini nanti bisa digunakan untuk mendeteksi tsunami karena lebih cepat dan murah dibandingkan membeli pelampung pendeteksi tsunami yang sebagian besar di Indonesua sudah rusak atau hilang.
“NTT adalah pusat serta optik untuk program Palapa Ring bagian timur Indonesia,” ujar Ahmad Juhari.
Seminar nasional ini mendapat apresiasi dari banyak peserta. Mereka terlibat aktif dalam diskusi dan menggali banyak hal terkait teknologi ITE. Sejumlah peserta beraharap seminar nasional ini bisa membawa dampak positip untuk menghentikan hal-hal negatif seperti mengabaarkan informasi bohong atau hoax dan ujaran kebencian.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini