AHP Dorong PDIP Sikka Konsolidasi Menangkan Pemilu 2019
Dibaca 31 kali
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira dan Ketua DPC PDI Perjuangan Sikka Alexander Longginus melakukan salam kemenangan saat Rakercab II di Hotel Wailiti, Minggu (21/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Menjelang Pemilu 2019, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II, Minggu (21/10), di Hotel Wailiti. Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) mendorong struktur organisasi di partai itu untuk konsolidasi memenangkan Pemilu 2019 mendatang.
Motivasi ini disampaikan AHP ketika berbicara di depan ratusan pengurus, kader, sesepuh, dan calon anggota DPRD Kabupaten dan DPRD NTT pada momen Rakercab II. Sebagai perpanjangan tangan dari pengurus partai di tingkat pusat, AHP diberi tugas memimpin Rakercab II.
Hadir saat itu antara lain Ketua PDI Perjuangan Alexander Longginus bersama struktur kepengurusan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sikka, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT Emanuel Kolfidus, serta sesepuh partai seperti EP da Gomez, Melkior Mbomba dan Marselus Djagong.
AHP mengingatkan seluruh jajaran partai banteng bermoncong putih untuk kembali konsolidasi kekuaan partai paska Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 yang sudah lewat. Dengan konsolidasi semua kekuatan dalam semangat gotong-royong, dia meyakini PDI Perjuangan Sikka dapat merebut kemenangan pada Pemilu 2019.
“Pemilihan Bupati sudah selesai. Saatnya sekarang kita konsolidasi, partai dengan segala kekuatannya harus bersatu untuk menangkan Pemilu 2019. Dalam semangat gotong-royong saya yakin PDI perjuangan dapat merebut kemenangan di Sikka, sekaligus mengutus wakil-wakil untuk duduk di DPRD Provinsi dan DPR RI,” ujar AHP yang juga adalah calon DPR RI dari daerah pemilihan NTT 1.
PDI Perjuangan pernah menjadi pemenang pemilihan umum di Kabupaten Sikka pada Pemilu 1999. Saat itu partai ini mendominasi perolehan suara dan mendapatkan 14 kursi di DPRD Sikka dari alokasi 30 kursi. Kemenangan ini juga mengantar Alexander Longginus sebagai Bupati Sikka Periode 2003-2008, lewat mekanisme pemilihan melalui DPRD Sikka.
Jauh sebelum itu ketika partai ini masih berbaju Partai Katolik, selalu unggul pada setiap kali penyelenggaraan pemilihan umum sejak Pemilu 1955. Dominasi Partai Katolik terhenti, setelah kebijakan fusi partai-partai politik, di mana Partai Katolik bergabung bersama sejumlah partai politik lain dengan nama Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Sejak Pemilu 1971 di zaman Orde Baru, dengan hanya tiga partai politik/organisasi peserta pemilu, PDI Sikka tidak bisa berbuat banyak, kalah dari Golkar yang ganti mendominasi kekuatan di bawah kendali ABRI, birokrasi dan Golkar.
Dinamika politik secara nasional berhasil menggembosi kekuatan PDI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. PDI pun terbelah menjadi dua kekuatan. Megawati Soekarnoputri bersama gerbong politiknya membentuk partai politik yang baru dengan nama PDI Perjuangan, dan pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 1999.
Paska kemenangan PDI Perjuangan Sikka pada Pemilu 1999, partai ini tidak lagi mendominasi suara pada pemilihan umum sesudahnya. Tiga kali pemilihan umum pada tahun 2004, 2009, dan 2014 menjadi milik Partai Golkar. Pada Pemilu 2004 dan 2009 PDI Perjuangan masih bisa bertahan sebagai pemenang kedua, namun pada Pemilu 2014 posisi partai ini didepak Partai Gerindra.*** (eny)