Melchi Mekeng: Maumere Jazz Harus Tembus Agenda Internasional
Dibaca 6 kali
Melchias Markus Mekeng memberikan keterangan pers kepada awak media di Hotel Capa Resor, Sabtu (27/10) terkait penyelenggaraan Maumere Jazz Fiesta Flores Tahun 2018
Maumere-SuaraSikka.com: Maumere Jazz Flores Fiesta (MJFF) sudah digelar tiga kali berturut-turut sejak tahun 2016. Pentas musik bergengsi ini malah sudah masuk agenda 7 festival jazz di Indonesia. Tidak heran jika Melchias Markus Mekeng selaku penggagas bercita-cita MJFF masuk agenda internasional.
Tekad ini tentu bukan main-main. Sebagai anggota DPR RI, Melchias Mekeng tentu sudah berpikir jauh untuk mewujudkan keinginannya. Apalagi selama ini melalui Yayasan Bapa Bangsa, dia juga menggandeng WartaJazz yang merupakan ekosistem jazz di Indonesia.
“Sekarang ini Maumere Jazz Fiesta Flores sudah masuk agenda 7 jazz Indonesia. Saya mau (MJFF) masuk di dunia internasional. Dengan demikian Maumere bisa terkenal di dunia,” ujar Melchi bersemangat di depan ribuan penonton MJFF, Minggu (28/10) malam, di Sirkuit Grass Track Wairita.
Dia mengatakan perkembangan teknologi sudah sangat canggih. Penikmat MJFF tidak saja penonton yang berada di lokasi kegiatan. Karena jika setiap penonton meng-upload dan men-share melalui media sosial yang telah menjangkau dunia, maka praktis MJFF bisa diketahui oleh semua orang di belahan bumi ini.
Melchi menyebut pariwisata menjadi substansi utama dari pagelaran MJFF yang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Maumere harus menjadi destinasi wisata yang menggairahkan bagi turis mancanegara. Dengan penataan aset dan objek wisata yang baik maka turis mancanegera akan rajin mendatangi Kabupaten Sikka. Kondisi seperti itu, katanya, praktis dengan sendirinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dia pun memberikan beberapa pesan kepada masyarakat Kabupaten Sikka. antara lain dia meminta warga masyarakat untuk selalu hidup rukun dan saling mengasihi. Bagi dia, Kabupaten Sikka ini akan berkembang maju ke arah yang lebih baik jika masyarakatnya tidak terkotak-kotak.
MJFF tahun ketiga ini menampilkan sejumlah musisi papan atas. Tampil sebagai opening adalah Papua Original. Kemudian menyusul The komodo Project yang digawangi Ivan Nestorman, Gilang Ramadhan, Adi Darmawan dan Krisna Prameswara. Mereka menyentuh musik etnis dan ada satu sesi di mana berkolaborasi dengan Sanggar Benza.
Setelah itu biduanita Andien yang tampil sexi dengan sejumlah lagu. Dia sempat mengundang Ivan Nestorman tampil ke atas panggung untuk berduet menyanyikan lagu dari NTT. RAN membakar semangat penonton dengan lagu-lagu yang energik. Kemudian Reza Artamevia tampil berkelas dengan suara khas.
Puncak MJFF ditutup oleh Glenn Fredly dengan beberapa buah lagu. Penyanyi berdarah Ambon ini memang ditunggu-tunggu para penggemarnya. Bersama Tha Bakucakar, Glenn Fredly berhasil menutup MJFF ini melalui penampilan yang luar biasa.
Melchias Mekeng menyaksikan seluruh pentas ini hingga selesai. Ketika Glenn Fredly tampil, dia pun tidak segan-segan berdiri dari tempat duduknya, dan bergoyang-goyang.*** (eny)