Janda Korban Kebakaran Terima Bantuan dari KLPAMF
Dibaca 9 kali
Kepala Desa Wairblerer Fransiskus Bedi Bura Pagan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Maria Waldina, disaksikan oleh anak mantu korban dan Ketua KLPAMF Bona K. Kornelis, di Aula Kantor Desa Waiblerer, Jumat (16/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Wajah perempuan berusia 70 tahun itu tampak gembira. Janda empat anak ini tidak menyangka akan menerima bantuan dari Konsorsium Lembaga Pemberdayaan Anak dan Masyarakat Flores (KLPAMF) pasca tragedi kebakaran rumah tinggal yang dialaminya pada Rabu (10/10) lalu di Dusun Nangahale Doi Desa Waiblerer Kecamatan Waigete.
Maria Waldina tidak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada KLPAMF. Bantuan yang dia terima berupa bahan makanan, kebutuhan peralatan tidur, hygienis kit, material untuk tambahan 1 buah kamar, material dan bahan-bahan untuk usaha penjualan kue.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Desa Wairblerer. Ketua KLPAMF Bona K. Kornelis menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Wairblerer Fransiskus Bedi Bura Pagan, yang selanjutnya menyerahkan kepada Maria Waldina. Ikut menyaksikan penyerahan bantuan ini yakni anak mantu korban dan Fransiskus Kale selaku Koordinator Bagian Hubungan Sponsor (BHS) Flores.
Usai penyerahan bantuan secara simbolis, KLPAMF langsung menyalurkan seluruh bantuan ke rumah Maria Waldina. Kebetulan rumah yang menjadi korban kebakaran letaknya hanya beberapa meter di belakang Kantor Desa Waiblerer.
Fransiskus Kale menjelaskan KLPAMF berkepentingan menyalurkan bantuan karena salah satu cucu korban yang bernama Susana Sidok, siswi Kelas XII SMAS Bhaktyarsa Maumere merupakan siswa pendampingan KLPAMF. Lembaga konsorsium tersebut sudah beberapa tahun melakukan pendampingan kepada anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Waigete dan Hewokloang.
“Terima kasih banyak telah meringankan penderitaan saya bersama anak dan cucu. Sejak peristiwa kebakaran, kami tidak punya apa-apa lagi. Tapi Tuhan mengirim orang yang berbelas kasih untuk kami. Saya tidak sanggup membalas semua ini,” ungkap Maria Waldina terharu.
Data yang dihimpun media ini, bantuan yang disalurkan KLPMAF berupa beras 120 kilogram, telur 2 papan, gula pasir 5 kilogram, minyak kayu putih 1 botol, minyak bimoli 1 jeriken, buku tulis 2 pak, pulpen 2 lusin, buku gambar 1 pak, sipdol 12 warna 2 set, tas sekolah SD dan SMA 2 pasang, seragam pramuka SD dan SMP 2 pasang, seragam putih abu 1 pasang, dan sepatu sekolah SD dan SMA 2 pasang.
Selain itu kelambu 2 pasang, bantal kepala 5 buah, springbed 2 buah, seprei 2 buah, sabun mandi 1 lusin, sikat gigi 6 buah, pasta gigi 2 buah, handuk besar 6 buah, dan detergen 1 kilogram.
Untuk tambahan 1 kamar di rumah sederhana, K:PMAF juga menyalurkan pohon kelapa untuk balok dan usuk 1 pohon, seng 20 lembar, pelupuh/halar 20 ikat, tripleks 10 lembar, paku 7cm 1 kilogram, dan semen 6 zak.
KLPMAF juga menyalurkan material dan bahan-bahan untuk usaha penjualan kue, berupa kuali 1 buah, sutel sedang 1 buah, mixer 1 uah, kompor 1 buah, meja kayu 1 buah, minyak tanah 10 liter, terigu 1 zak, minyak goreng 5 liter 1 jeriken, bibir roti 1 kotak, mentega 4 kilogram, dan soda kue 10 botol.
Rumah Maria Waldina yang terbuat dari dinding bambu habis dilahap api saat terjadi peristiwa kebakaran. Tidak ada korban jiwa pada saat itu, dan tidak ada barang yang bisa diselamatkan.
Barang-barang korban yang ikut terbakar yakni surat-surat tanah, 9 lembar kain tenun Maumere, 14 lembar bahan sarung yang belum dijahit, 6 gram kalung emas, 3 buah gelang gading, dan uang sebesar Rp 30 juta. Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang merilis taksasi kerugian sekitar Rp 70 juta.*** (eny)