Rencana Naik Haji, Rumah Kontrakan Pammu Terbakar

0
416
Rencana Naik Haji, Rumah Kontrakan Pammu Terbakar
Kobaran api melahap dua buah kios di Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante, Senin (26/11) pagi
Maumere-SuaraSikka.com: Sesuai jadwal, Senin (26/11) pagi ini, Pammu bersama istrinya Madira akan memeriksakan kesehatan untuk rencana naik haji. Pemeriksaan kesehatan pun dibatalkan, karena dinihari sekitar pukul 04.00 Wita rumah kontrakan mereka di Jalan Nairoa Dusun Namangjawa Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante habis terbakar.
Suami istri ini tampak duduk lemas di belakang salah satu kios milik keluarga yang tidak jauh dari lokasi kegiatan. Sejumlah keluarga menghibur pasangan suami istri yang sudah 9 tahun merantau di Kabupaten Sikka. Kehidupan merantau itu dihabiskan di Kecamatan Kewapante, termasuk 4 tahun terakhir mengontrak rumah milik Willy Rakeng persis di samping jalan negara Trans Maumere-Larantuka.
Pagi itu Pammu bersama istrinya, serta menantu dan keponakan sedang tertidur pulas di rumah permanen berukuran 7×10 meter. Mereka dikagetkan dengan teriakan tetangga yang melihat api berkobar dari rumah kontrakan sekaligus kios sembako tersebut. Dalam kondisi panik, empat orang penghuni rumah ini langsung menyelamatkan botol-botol bensin dan 2 buah sepeda motor, kemudian sejumlah dokumen penting.
“Tidak ada lagi yang bisa kami selamatkan, kecuali motor dan beberapa dokumen penting. Pakaian hanya di badan saja. Semua barang di kios terbakar,” ungkap Madira kepada media ini.
Kobaran api cepat merambat ke kios sebelah yang bangunannya terbuat dari bahan bambu. Kios ini dikontrak oleh Patola, yang tidak lain adalah kakak kandung Madira. Patola bersama istrinya Lawila sudah satu bulan ini pulang kampung.
Openg, salah satu saksi mata menyebutkan masyarakat yng mengetahui terjadinya peristiwa kebakaran langsung mendatangi lokasi kejadian. Masyarakat pun membantu memadamkan api dengan cara manual saja. Menurut dia, beruntung waktu itu ada mobil tangki air yang melintasi jalan di depan lokasi kejadian.
“Ada mobil tangki air yang lewat. Kebetulan di tangki masih ada air. Akhirnya kita semprot api menggunakan selang,” cerita Openg.
Openang menambahkan sebenarnya masyarakat sudah meminta bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran. Namun mobil damkar tidak bisa dikeluarkan dari kantor karena terhalang mobil lain yang dalam keadaan rusak.
Hormidas Lomi, saksi lain menyampaikan kurang lebih setelah satu jam, api mulai pelan-pelan dapat dipadamkan. Tidak lama berselang datang mobil water cannon milik Polres Sikka, yang kemudian memadamkan seluruh api.
Pantauan media ini di lokasi kejadian, puluhan karung beras dibiarkan berserakan di depan kios yang terbakar. Beberapa hari sebelumnya, Pammu sempat berbelanja puluhan karung beras seharga Rp 10 juta. Polisi telah membentang garis polisi di lokasi kejadian.
Sesuai laporan Polsek Kewapante, diduga kebakaran ini akibat hubungan arus pendek listrik. Taksasi kerugian yang dikonfirnasi ke media ini yakni sebesar kurang lebih Rp 315 juta.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini