Anggelo, Bayi Hidrosefalus Hanya Pemulihan, Tidak Operasi

0
295
Anggelo, Bayi Hidrosefalus Hanya Pemulihan, Tidak Operasi
Kondisi terakhir Anggelo, bayi hidrosefalus yang kini dalam penanganan Susteran Alma
Maumere-SuaraSikka.com: Suster Anastasia Kosi Paila dari Susteran Alma menyampaikan terjadi kekeliruan informasi terkait perkembangan Anggelo, bayi hidrosefalus yang sudah selama satu tahun bawah penanganannya. Menurut dia, Angelo tidak menjalani operasi, hanya pemulihan rutin saja.
“Anggelo sekarang perkembangannya sangat bagus. Dia menjalani terapi satu kali seminggu untuk perkembangan motorik dan dan oral motornya. Tanggal 24 November kemarin dia genap berusia 1 tahun,” tulis Suster Anastasia melalui WhatsApp, Jumat (7/12).

Berita Terkait:


Suster Anastasia melanjutkan ada kesalahpahaman tentang informasi Anggelo, bayi yang bernama lengkap Mario Anggelo Putra Janssens itu. Awalnya dia menghubungi seorang teman untuk urusan penjualan DVD yang berisi lagu-lagu rohani yang dinyanyikan anak-anak panti. Dalam komunikasi tersebut, sempat juga ada cerita tentang kondisi Anggelo.
“Rupanya di luar dugaan saya, ternyata teman ini menulis postingan di FB  dengan mengaitkan penjualan DVD dan operasi Anggelo. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Anggelo sekarang ini dalam proses pemulihan saja. Penjualan DVD tidak ada hubungan dengan biaya pengobatan Anggelo,” tulis Suster Anastasia.
Suster Anastasia juga mengirimkan foto kondisi terakhir Anggelo. Bayi malang yang ditinggalkan ibunya di RSUD TC Hillers Maumere satu tahun yang lalu itu, tampak sehat sekali. Terlihat ada perkembangan pesat dari penyakit bawaan hidrosefalus sejak dia dilahirkan pada 24 November 2017.
Anggelo lahir dari seorang ibu yang bernama Martha Hedo. Saat dilahirkan berat badannya 4.300 gram dengan panjang 47 centimeter. Dokter Mario Nara yang waktu itu menangani Anggelo menjelaskan dari pemeriksaan USG sudah dapat dideteksi bayi ini mengalami kelainan pada kepala. Karena itu kelahiran bayi ini pun harus melalui operasi cesar.
Dua hari setelah melahirkan, Martha Hedo kabur dari rumah sakit dan meninggalkan Anggelo sendirian di atas tempat tidur. Pihak rumah sakit bersama aparat kepolisian sudah berupaya mencari Martha Hedo. Namun upaya itu tidak berhasil karena perempuan berusia 33 tahun itu tidak meninggalkan identitas yang jelas.
Dinas Sosial Kabupaten Sikka kemudian mengambilalih urusan ini. Karena tidak memiliki tempat penampungan bayi, akhirnya bayi malang tersebut diserahkan kepada Susteran Alma Maumere untuk penanganan lebih lanjut. Dalam perkembangannya, Anggelo kemudian dibawa ke Surabaya untuk menjalani operasi, dan hingga kini kodisinya sudah mulai membaik.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini