Sadis! Usus Terburai, Darmo Tewas di Mesin Penggilingan Aspal
Dibaca 187 kali
Korban kecelakaan kerja di mesin penggilingan aspal milik PT Waigete Abadi, Sabtu (8/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah peristiwa kecelakaan kerja terjadi pada Sabtu (8/12) di lokasi Aspal Mixing Plan (AMP) milik PT Waigete Abadi yang terletak di Desa Egon Kecamaan Waigete, kurang lebih 18 kilometer dari Kota Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Damianus Ola Lewar yang biasa dipanggil Darmo, terjepit di mesin penggilingan aspal. Bagian ususnya terburai keluar.
Seperti disaksikan media ini di lokasi kejadian, tubuh warga Dusun Tanabae Desa Ojang Kecamatan Talibura itu terjepit di mesin penggilingan aspal. Kepalanya menggantung ke bawah. Wajahnya tidak kelihatan, karena dari bagian dada hingga kepala sudah ditutup dengan kain. Tampak ada darah yang membekas di tanah. Sementara kaki korban hanya tampak sebelah saja. Di bagian kaki korban ada sebuah sandal jepit yang diperkirakan milik korban.
Sinduadi Saputro, operator AMP, yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.10 Wita pagi tadi. Saat kejadian dia sedang berada di ruangan operator. Dia mengetahui peristiwa itu setelah diberitahu oleh Rinto, salah seorang pekerja. Dengan cepat Sinduadi Saputro langsung mematikan mesin penggilingan.
Rinto menerangkan ketika itu dia sedang membersihkan debu di sekitar konveor. Lalu dia melihat ada darah di bagian bawah mesin penggilingan. Begitu menengadah ke atas, Rinto laget melihat kepala korban sedang tergantung, dengan sebagian tubuh korban dalam posisi terjepit mesin penggilingan. Korban sudah dalan keadaan meninggal dunia.
Menurut Sinduadi Saputro waktu itu pekerjaan produksi penggilian aspal sudah selesai. Mereka beroperasi sejak pukul 05.00 Wita. Biasanya kalau sudah selesai produksi, mesin penggilingan harus diberi pelumas. Saat mengisi pelumas, mesin dalam keadaan mati, tetepi gear dryer tetap berfungsi.
Korban waktu itu sedang mengisi oli ke dalam mesin penggilingan. Diperkirakan korban terpeleset karena areal di sekitar itu cukup licin. Kemungkinan ketika terpeleset, korban terjatuh pada gear dryer, sehingga korban ikut berputar bersama gear dryer.
Kapolsek Waigete Sipri Raja menerangkan setelah mendapat informasi tentang peristiwa itu dia langsung menghubungi Tim Inafis Polres Sikka untuk melakukan identifikasi. Tim Inafis yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan identifikasi, dan mengeluarkan korban dari mesin penggilingan aspal. Korban dikeluarkan secara manual dengan bantuan beberapa pekerja di perusahaan tersebut.
Ketika kain yang menutup dada hingga kerpala korban dibuka, tampak bagian perut korban sudah terobek lebar. Usus-usus korban terburai keluar dari tubuh korban. Tim Inafis secara sangat hati-hati mengeluarkan tubuh korban, sehingga tidak ada bagian dari tubuh korban yang tertinggal. Jasad korban kemudian dibungkus dengan selembar plastik berwarna putih.
Tim dokter dari Puskesmas Waigete yang tiba di lokasi pukul 13.15 Wita langsung mengambil tindakan medis dengan melakujkan visum et repertum. Korban kemudian dibawa ke RSUD TC Hillers untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.*** (eny)