Ide Cerdas GMNI, Jadikan Sikka Kabupaten Bebas KKN

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 9 Desember 2018 - 10:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga

Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga

Maumere-SuaraSikka.com: Hari ini, Minggu (9/12), merupakan peringatan hari anti korupsi sedunia. Bertepatan dengan itu GMNI Sikka, mengeluarkan rilis terbarunya, dengan sebuah pernyataan dan ide yang cerdas. Aktifis mahasiswa yang kerap melawan praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) ini menginginkan Kabupaten Sikka sebagai daerah yang bebas KKN.
Rilis GMNI Sikka diterima media ini satu hari sebelum peringatan hari anti korupsi sedunia. Rilis yang memuat enam poin penting terebut ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris GMNI Sikka yakni Emilianus Y. Naga dan Stefanus B. Lwayan.
GMNI Sikka berpendapat korupsi itu benalu sosial yang merusak struktur pemerintahan dan menjadipenghambat utama jalannnya pemerintahan dan pembangunan. Korupsi adalah sikap hidup oknum atau kelompok orang yang memakai uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaan mutlak.
“Kami mengecam oknum-oknum maupun lembaga yang dengan sengaja atau yang merusak struktur pemerintahan, yang menjadi penghambat utama jalannya pemerintahan dan pembangunan. Karena itu kami mendesak Bupati Sikka untuk menjadikan kabupaten ini bersih dari praktik KKN,” seru GMNI Sikka.
GMNI Sikka menulis proses birokrasi relatif lambat sehingga setiap orang atau lembaga menginginkan jalan pintas yang cepar dengan cara memberikan uang pelicin atau sogok. Praktik ini akan berlangsung terus sepanjang tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat. Lalu kemudian muncullah golongan pegawai yang termasuk dalam kategori orang kaya baru (OKB).
Emilianus Y. Naga berpandangan korupsi selalu mengakibatkan situasi pembangunan ekonomi yang tidak pasti. Selain menghambat pertumbuhan ekonomi, korupsi juga menghambat pengembangan sistem pemerintahan demokratis. Korupsi memupuk tradisi perbuatan yang menguntungkan diri sendiri atau kelompok, yang mengenyampingkan kepentingan publik.
“Dengan begitu korupsi menutup rapat-rapat kesempatan rakyat lemah menikmati pembangunan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dia.
Menurut GMNI Sikka, seruan untuk melawan praktik-praktik KKN, selama ini baru sebatas merangkai kata demi perubahan. Implementasi dalam bentuk gerakan masih amat sulit untuk dilaksanakan. Hemat dia, dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak serta merobohkan pilar-pilar korupsi.
“Korupsi sudah terlalu lama menjadi wabah yang tidak pernah kunjung selesai, karena pembunuhan terhadap wabah itu tidak pernah tepat sasaran. Ibarat sakit di kepala tapi obatnya di kaki. Apalagi hakikat pemberantasan korupsi hanya menjadi komoditas politik, bahkan retorika ampuh untuk menarik simpati,” katanya.
GMNI Sikka menginginkan keseriusan negara dalam melakukan pemberantasan korupsi, baik di tingkat pusat hingga daerah. Pada level Kabupaten Sikka, Bupati Sikka harus memiliki kemampuan melihat dan menelusuri borok-borok yang memberi ruang terjadinya praktik KKN. Dan lubang-lubang itu harus disikapi serius, tidak hanya dengan retorika saja.
Aktifis mahasiswa ini memberikan dua saran sikap tegas untuk mengeliminir rentannya praktik korupsi. Dua saran tersebut yakni sanksi pengasingan dan pemsikinan terhadap oknum yang secara hukum dinyatakan sebagai pelaku KKN, dan penghapusan remisi bagi pra koruptor.*** (eny)
Baca Juga :  Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Berita Terkait

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:58 WITA

Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Berita Terbaru

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA