Ganggu Persiapan Tri Hari Suci, KPU Perlu Pikirkan Geser Pelaksanaan Pemilu 2019

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira

Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira

Maumere-SuaraSikka.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tanggal pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 yakni pada 17 April 2019. Hari pelaksanaan ini jatuh pada hari Rabu, satu hari menjelang Tri Hari Suci bagi umat Katolik. Karena itu KPU perlu memikirkan untuk menggeser waktu pelaksanaan agar tidak menganggu kegiatan rohani umat Katolik.
Beberapa pihak sudah menyampaikan surat resmi kepada KPU untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan Pemilu 2019. Antara lain Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon yang didampingi Ketua KPU Flotim Ernesta Katana, mengantar langsung surat ke kantor KPU di Jakarta. Namun hingga kini belum diketahui sejauh mana tanggapan KPU terhadap keberatan tersebut.
Andreas Hugo Pareira yang biasa disapa AHP, menyebut untuk pertama kali Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dilaksanakan secara bersama-sama. Dua kegiatan ini tentu saja memiliki tantangan tersendiri baik untuk peserta, pelaksana, maupun masyarakat.
Tantangan yang paling besar dialami pada daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Pasalnya hari pelaksanaan Pemilu 2019 yang jatuh pada Rabu 17 April 2019, masuk dalam kalender Pekan Suci. Dia mengkuatirkan peserta, pelaksana, dan masyarakat, akan terganggu secara rohani.
“Tanggal 17 April itu salah satu hari dalam Pekan Suci. Ada banyak kegiatan umat dan gereja pada saat itu, terutama persiapan untuk menghadapi Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Kudus. Habis Pemilu, besoknya masuk Kamis Putih. Ini tantangan tersendiri,” ujar anggota Komisi I DPR RI itu  saat diskusi singkat dengan para awak media di Kopi Mane Jalan Soakarno-Hatta, Maumere, Senin (10/12).
Dari pengalaman saat pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sebelumnya yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri, kata dia, biasanya dilaksanakan pada waktu yang tidak bertabrakan dengan kegiatan keagamaan. Dalam kondisi seperti itu saja, sering kali terjadi kesalahan penghitungan yang bisa saja mengganggu kemurnian hasil pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.
Dengan kondisi sekarang yang mana akan dilaksanakan serentak, apalagi berdekatan dengan kegiatan keagamaan, AHP kuatir akan mengganggu kegiatan rohani. Hemat dia, peserta, pelaksana, dan masyarakat yang beragama Katolik, biasanya terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan keagamaan.
“Kalau penghitungan sampai malam, itu akan meninggalkan beban tugas yang belum selesai. Dan ini akan terganggu secara rohani, karena besok sudah Kamis Putih. Nah ini yang harus kita suarakan sama-sama, agar KPU mempertimbangkannya untuk menggeser waktu pelaksanaan,” ujar dia.
Persoalan paling pelik akan dihadapi Kabupaten Flotim yang terkenal dengan tradisi Semana Santa. Setiap tahun biasanya ribuan peziarah datang ke Larantuka untuk mengikuti tradisi tersebut. Biasanya para peziarah tiba pada hari Rabu, dan puncaknya pada hari Kamis. Mereka baru kembali pada hari Sabtu atau Minggu.
Dengan penetapan Pemilu 2019 pada Rabu 17 April, diperkirakan Semana Santa tahun depan sepi dari peziarah, karena bertabrakan dengan hari pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu 2019. Ada kecenderungan para peziarah membatalkan rencana mengikuti tradisi Semana Santa yang sudah mendunia itu karena harus melaksanakan hak-hak politik.*** (eny)
Baca Juga :  NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:58 WITA

Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Berita Terbaru

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA