Komisi I DPR Usulkan Nagekeo Jadi Markas Korem 165 Flores-Sumba
Dibaca 76 kali
Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira saat kunjungan kerja di Kodam IX/Udayana Denpasar bali, Rabu (12/12)
Denpasar-SuaraSikka.com: Kodam IX/Udayana tengah merencanakan pembangunan Korem 165 Flores-Sumba. Ada empat lokasi yang sudah dilakukan survey, yakni Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, dan Sumba Tengah. Komisi I DPR RI mengusulkan Kabupaten Nagekeo sebagai markas korem yang baru tersebut.
Usulan Komisi I DPR ini disampaikan ketika melakukan kunjungan kerja ke Kodam IX/Udayana, Rabu (12/12), di Denpasar Bali. Komisi I membidangi antara lain pertahanan dan keamanan, intelijen, IT dan komunikasi. Kunjungna kerja tersebut dimaksudkan untuk meninjau kesiapan TNI dalam mengamankan wilayah dan sekaligus mengetahui dari dekat perkembangan pembangunan Korem di lingkungan Kodam IX/Udayana.
Delegasi kunjungan kerja ini dipimpin Mayjen (Purn) Supiadin dari Fraksi Nadem dengan anggota delegasi antara lain Andreas Hugo Pareira, Efendi Simbolon, Nico Siahaan dari Fraksi PDI Perjuangan, Martin Manurung dari Fraksi Partai Gerindra, dan darizal dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka diterima oleh Kasdam Brigjen Kasturi yang mewakili Pangdam Udayana.
Supiadin yang kurang lebih 10 tahun pernah bertugas di NTT menekankan pentingnya kesiapan prajurit TNI dan dukungan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang memadai. Dalam hal pengembangan matra kekuatan TNI, mantan Pangdam Udayana ini mengingatkan TNI khususnya bidang perencanaan agar memperhatikan serius aspek lingkungan, aspek sosial budaya masyarakat, dan aspek proyeksi pengembangan ke masa depan.
Brigjen Kasturi menyinggung tantangan yang dihadapi Kodam Udayana yang meliputi tiga provinsi yakni Bali, NTB, dan NTT, yang mana terdapat beberapa wilayah batas negara, baik laut maupun darat, dengan Australia dan Timor Leste.
Berkaitan dengan rencana pengembangan matra darat, Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) Udayana Kolonel Mutaqim menjelaskan dalam Rencana Strategis 2020-2024 direncanakan dibangun 14 Koramil, 2 Kodim, 1 Batalyon Infanteri, dan 1 Korem.
Tentang rencana pembentukan Korem 165 Flores-Sumba, Mutaqin menyampaikan saat ini masih dalam tahap persiapan. Kodam udayana mencalonkan 4 daerah sebagai lokasi pembentukan Korem 165 yakni Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Desa Ndorurea Kecamatan Nagpanda Kabupaten Ende, Desa Tonggurambang Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, dan Desa Elu Kecamatan Katikutana Kabupaten Sumba Tengah.
Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi I dari Daerah Pemilihan NTT 1 yang meliputi Flores, Lembata dan Alor, mengingatkan TNI harus tetap berpegang pada prinsip dukungan lingkungan, sosial budaya masyarakat dan prospek pengembangan ke depan. Dari tiga wilayah calon, relatif hanya di Desa Tonggurambang Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo saja yang tidak menghadapi kendala karena lokasi calon Korem adalah milik TNI.
Hal ini berbeda dengan di Sikka dan Sumba Tengah, yang mana tanah yang disiapkan merupakan lahan kementerian yang sebagian diduduki masyarakat. Sementara lokasi lain di Nangapanda, malah sebenarnya adalah tanah ulayat yang dalam sengketa adat antara pihak-pihak di masyarakat yang belakangan ini justeru menyeret TNI untuk berpiohak dan terlibat dalam sengketa tersebut. Andreas Hugo Pareira meminta TNI untuk tidak memaksakan kehendak membangun Korem 165 di Nangapanda Ende.
“Pemaksaan membangun Korem di Nangapanda Ende akan melukai hati rakyat dan mencoreng wajah TNI di depan publik,” ujar salah satiu Ketua DPP PDI Perjuangan itu.
Berdasarkan pertimbangan itu, Andreas Hugo Pareira dan beberapa anggota Komisi I DPR menyarankan agar TNI mempertimbangkan membangun Korem 165 di Nagekeo. Selain tanah lokasi adalah milik TNI, Nagekepo pun letaknya persis di tengah Pulau Flores. Dari aspek lingkungan, sosial budaya maupun prospek ke depan, Nagekeo memenuhi persyaratan untuk pembangunan Korem 165.*** (eny)