Wow! 6.000 Dai Berkumpul di Nangahure, Ada Apa?

1
322
Wow! 6.000 Dai Berkumpul di Nangahure, Ada Apa?
Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi
Maumere-SuaraSikka.com: Informasi mengejutkan terbetik dari tengah masyarakat. Disebutkan mulai Jumat (21/12) hari ini, sebanyak 6.000 dai dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul di Nangahure Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka Propinsi NTT.
Beberapa perwira di Polres Sikka yang dihubungi usai Gelar Pasukan Operasi Lilin Turangga 2018 di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, Jumat (21/12) pagi membenarkan informasi tersebut. Namun mereka belum memberikan informasi lebih detail karena harus atas persetujuan Kapolres Sikka.
Kapolres Sikka melalui Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi yan ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (21/12), membenrkan informasi tersebut. Hanya dia belum memastikan jumlahnya, apalagi disebut-sebut 6.000 dai. Iwan Iswahyudi menyebut sekitar 600 sampai 1.000 dai.
Iwan Iswahyudi menjelaskan para dai ini berkumpul untuk melaksanakan kegiatan rutin dalam bentuk pengajian. Dia memastikan tidak ada hal-hal lain dalam kegiatan ini selain urusan pengajian yang sifatnya rutin. Panitia pelaksana sudha berkoordinasi dan komunikasi dari tingkat kelurahan, kecamatan, kantor Kementerian Agama, Polsek Alok, Polres Sikka, dan Polda NTT. Dan Polda NTT telah menerbitkan surat izin untuk kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari sampai Minggu (23/12) mendatang.
“Sebenarnya ini pengajian rutin. Namun karena jumlahnya banyak, apalagi dilaksanakan pada tahun politik, sehingga muncul persepsi-persepsi lain,” ujar dia.
Informasi yang dihimpun media ini, sejumlah umat sempat mendatangi Kantor Paroki Nangahure untuk melakukan protes terhadap kegiatan pengajian yang melibatkan begitu banyak orang, apalagi dilaksanakan menjelang Hari Raya Natal. Wakapolres Sikka Iwan Iswahyudi membenarkan hal itu. Namun katanya, umat yang ke paroki itu bukan untuk melakukan protes tapi mencari kejelasan informasi tentang kegiatan pengajian.
Menurut Iwan Iswahyudi, panitia pelaksana sudah bertemu Uskup Maumere dalam rangka menyampaikan kegiatan pengajian para dai. Menurut dia, Uskup Maumere memberikan dukungan atas kegiatan tersebut, bahkan siap membantu pengamanan sehingga pengajian tersebut berjalan lancar dan aman.
Untuk mengamankan kegiatan ini, Polres Sikka akan menurunkan 25 personil di tempat pelaksanaan kegiatan. Pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup. Wakapolres Sikka juga mengaku sempat melakukan monitoring di Bandara Frans Seda Maumere, di mana sejak pagi tadi mulai berdatangan dai dan jamaah dari Kupang dan beberapa kota di Pulau Jawa.
Media ini mendapat informasi dari sejumlah masyarakat yang kuatir kegiatan pengajian dengan melibatkan ribuan dai ini bisa disusupi kepentingan-kepentingan lain. Kabupaten Sikka terkenal dengan kehidupan toleransi beragama yang sangat kuat, karena itu sejumlah masyarakat tidak ingin kegiatan yang murni keagamaan dimanfaatkan untuk urusan politik atau memecah-belah kerukunan hidup beragama.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini