Terima Sembako dari WKRI Misir, Janda Ini Menangis
Dibaca 40 kali
Penyaluran sembako dari WKRI Ranting Misir Keuskupan Maumere kepada 50 keluarga miskin di Paroki Spiritu Santo Misir, Minggu (23/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Tidak ada kata-kata yang bisa diucapkan dari mulut Hortensia. Perempuan yang sudah menjanda itu hanya bisa menangis saat menerima sembako dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Misir Keuskupan Maumere di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Minggu (23/12).
“Ibu-ibu (WKRI Misir) ini sudah sangat membantu. Saya tidak dapat membalasnya, hanya Tuhan yang akan membalas semua kebaikan mereka. Epang gawang (terima kasih),” ujar Hortensia sambil menyeka air mata.
WKRI Misir menyalurkan bantuan sembako kepada 50 keluarga miskin di Paroki Spiritu Santo Misir. Hortensia adalah salah satunya. Penyaluran sembako ini sebagai bentuk solidaritas dan cinta kasih. Spirit ini untuk menanggapi Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere menyongsong Hari Raya Natal.
Kegiatan pembagian sembako kepada keluarga miskin ini dilaksanakan di Paroki Spiritu Santo Misir, usai perayaan Misa Kedua di paroki itu. Hadir pada kesempatan itu antara lain Pastor Paroki RD Christian Rudy Parera, Ketua DPP Willibrordus Sangongor bersama seluruh pengurus, mantan Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, para penerima bantuan bersama keluarga, serta sejumlah umat di paroki itu.
Ketua WKRI Misir Yosefa Redempta Ida menyebutkan sebelum penyaluran bantuan pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan keluarga miskin dari komunitas basis gerejawi (KBG) hingga lingkungan. Dari hasil pendataan tersebut, disesuaikan dengan kuota yang disiapkan, WKRI Misir lalu menetapkan para penerima bantuan.
“Yang menerima bantuan ini benar-benar keluarga miskin dan para janda. Kami telah melakukan pendataan secara baik, dengan survei berjenjang dari KBG hingga lingkungan,” jelas Yosefa Redempta Ida yang baru dilantik sebagai Ketua WKRI Misir pada 21 November 2018 lalu.
Yosefa Redempta Ida yang juga adalah Sekretaris Paroki Spiritu Santo Misir mengatakan dana untuk pengadaan sembako merupakan murni swadaya anggota WKRI Misir. Komunitas wanita Katolik ini mendapatkan dana dari kegiatan bazar yang dilaksanakan selama 6 bulan. Bazar itu sendiri digelar di halaman Gereja Misir, setiap hari Minggu usai Misa Pertama.
Pastor Paroki Spiritu Santo Misir Christian Rudy Parera mengapresiasi kegiatan nyata WKRI Misir. Aksi solidaritas ini meskipun terbatas dalam jumlah, setidaknya telah memberikan hal positip bagi keluarga miskin dalam menyambut Hari Raya Natal. Dia berharap aksi seperti ini dilanjutkan lagi dengan jumlah yang lebih banyak pada Hari Raya Paskah 2019. Karena hematnya, aksi solidaritas yang sekarang ini masih belum banyak menjangkau banyak keluarga miskin yang lain.*** (yuv)