Gelagar Jembatan Darurat Terlepas, Jalur Pantura Sikka Bermasalah
Dibaca 39 kali
Dump truk ini kandas di atas jembatan darurat di Dagemage Kolisia Kecamatan Magepanda, akibat gelagar terlepas dari pangkuan, kini kondisi sudah normal setelah berhasil dievakuasi, Kamis (3/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Jalur transportasi pantai utara (pantura) di Kabupaten Sikka Propinsi NTT kembali mengalami masalah. Persoalannya karena salah satu gelagar pada jembatan darurat di Dagemage Desa Kolisia Kecamatan Magepanda terlepas. Satu gelagar lain juga nyaris terlepas.
Praktis jembatan darurat ini untuk sementara tidak bisa difungsikan. Padahal Jalur pantura ini menghubungkan beberapa kabupaten di Flores. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka Thomas Agustinus Lameng yang ditemui Kamis (3/1) di lokasi kejadian, berjanji akan mengupayakan secepatnya sehingga jalur pantura bisa kembali normal.
Kondisi gelagar yang terlepas itu baru diketahui pada Rabu (2/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Itu pun ketika sebuah drump truk melintas di atas jembatan darurat tersebut. Ketika dump truck ini melintas, tiba-tiba gelagar pun terlepas dari salah satu pangkuan. Spontan dump truck tersebut kandas di tengah badan jembatan darurat.
Posisi badan dump truk itu pun sedikit miring ke utara. Di bawah jembatan itu adalah bentangan Kali Dagemage yang penuh dengan batu-batu besar. Pemilik yang juga sopir dump truk tersebut meminta bantuan kendaraan yang lain. Mereka mengikatkan tali tambang yang besar pada dua buah truk, guna menjaga keseimbangan sehingga dumpk truk itu tidak jatuh ke kali.
Nong Lela pemilik dump truk, malam itu kesulitan menghubungi operator alat berat untuk membantu evakuasi. Sebuah alat berat memang sengaja disiagakan di sebuah rumah, tidka jauh dari lokasi jembatan darurat. Hanya operatornya berdomisili di Kota Maumere. Akibatnya evakuasi baru dilakukan pada Kamis (3/1) pagi.
Pantauan media ini di lokasi kejadian sekitar pukul 09.45 Wita, banyak warga membantu evakuasi dump truk yang kandas di atas jembatan darurat. Sebuah alat berat mengambil posisi di dalam kali, untuk menahan dump truk tersebut tidak jatuh ke kali. Sebuah truk menarik dump trck ini dari depan, hingga akhirnya bisa dievakuasi.
Sementara itu tampak antrian panjang pada jalur pantura. Kendaraan roda empat dan selebihnya tidak bisa melintas jalur ini sejak dump truk tersebut kandas. Namun kendaraan roda dua masih bisa melintas, karena masyarakat membuka jalur alternatif di bagian selatan jembatan darurat. Sebenarya jalur alternatif ini bisa dilewati juga kendaraan roda empat, namun tergantung nyali pengemudi saja.
Jembatan Dagemage sudah mengalami masalah berkali-kali sejak diterjang banjir badang pada Desember 2017 lalu. Dinas PUPR Sikka kemudian mengupayakan jalan alternatif di samping jembatan itu. Lalu kemudian dibangunlah jembatan darurat, yang akhirnya juga mengalami masalah terlepasnya gelagar. Jalur ini merupakan jalan propinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi NTT. Hingga kini tidak diketahui bagaimana nasib jembatan tersebut, karena belum ada upaya perbaikan.*** (eny)