Gelagar Jembatan Darurat Terlepas, Jalur Pantura Sikka Bermasalah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 Januari 2019 - 15:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 39 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dump truk ini kandas di atas jembatan darurat di Dagemage Kolisia Kecamatan Magepanda, akibat gelagar terlepas dari pangkuan, kini kondisi sudah normal setelah berhasil dievakuasi, Kamis (3/1)

Dump truk ini kandas di atas jembatan darurat di Dagemage Kolisia Kecamatan Magepanda, akibat gelagar terlepas dari pangkuan, kini kondisi sudah normal setelah berhasil dievakuasi, Kamis (3/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Jalur transportasi pantai utara (pantura) di Kabupaten Sikka Propinsi NTT kembali mengalami masalah. Persoalannya karena salah satu gelagar pada jembatan darurat di Dagemage Desa Kolisia Kecamatan Magepanda terlepas. Satu gelagar lain juga nyaris terlepas.
Praktis jembatan darurat ini untuk sementara tidak bisa difungsikan. Padahal Jalur pantura ini menghubungkan beberapa kabupaten di Flores. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka Thomas Agustinus Lameng yang ditemui Kamis (3/1) di lokasi kejadian, berjanji akan mengupayakan secepatnya sehingga jalur pantura bisa kembali normal.
Kondisi gelagar yang terlepas itu baru diketahui pada Rabu (2/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Itu pun ketika sebuah drump truk melintas di atas jembatan darurat tersebut. Ketika dump truck ini melintas, tiba-tiba gelagar pun terlepas dari salah satu pangkuan. Spontan dump truck tersebut kandas di tengah badan jembatan darurat.
Posisi badan dump truk itu pun sedikit miring ke utara. Di bawah jembatan itu adalah bentangan Kali Dagemage yang penuh dengan batu-batu besar. Pemilik yang juga sopir dump truk tersebut meminta bantuan kendaraan yang lain. Mereka mengikatkan tali tambang yang besar pada dua buah truk, guna menjaga keseimbangan sehingga dumpk truk itu tidak jatuh ke kali.
Nong Lela pemilik dump truk, malam itu kesulitan menghubungi operator alat berat untuk membantu evakuasi. Sebuah alat berat memang sengaja disiagakan di sebuah rumah, tidka jauh dari lokasi jembatan darurat. Hanya operatornya berdomisili di Kota Maumere. Akibatnya evakuasi baru dilakukan pada Kamis (3/1) pagi.
Pantauan media ini di lokasi kejadian sekitar pukul 09.45 Wita, banyak warga membantu evakuasi dump truk yang kandas di atas jembatan darurat. Sebuah alat berat mengambil posisi di dalam kali, untuk menahan dump truk tersebut tidak jatuh ke kali. Sebuah truk menarik dump trck ini dari depan, hingga akhirnya bisa dievakuasi.
Sementara itu tampak antrian panjang pada jalur pantura. Kendaraan roda empat dan selebihnya tidak bisa melintas jalur ini sejak dump truk tersebut kandas. Namun kendaraan roda dua masih bisa melintas, karena masyarakat membuka jalur alternatif di bagian selatan jembatan darurat. Sebenarya jalur alternatif ini bisa dilewati juga kendaraan roda empat, namun tergantung nyali pengemudi saja.
Jembatan Dagemage sudah mengalami masalah berkali-kali sejak diterjang banjir badang pada Desember 2017 lalu. Dinas PUPR Sikka kemudian mengupayakan jalan alternatif di samping jembatan itu. Lalu kemudian dibangunlah jembatan darurat, yang akhirnya juga mengalami masalah terlepasnya gelagar. Jalur ini merupakan jalan propinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi NTT. Hingga kini tidak diketahui bagaimana nasib jembatan tersebut, karena belum ada upaya perbaikan.*** (eny)
Baca Juga :  Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA