Blokir Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintasi Jembatan Ubeloler

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 21 Januari 2019 - 19:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akses Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura kembali normal, Senin (21/1) siang, setelah sebelumnya diblokir karena kontraktor pelaksana belum membayar upah para pekerja

Akses Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura kembali normal, Senin (21/1) siang, setelah sebelumnya diblokir karena kontraktor pelaksana belum membayar upah para pekerja

Maumere-SuaraSikka.com: Para pekerja Proyek Penggantian Proyek Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Senin (21/1) siang, akhirnya mencabut material yang memblokir akses ke jembatan itu. Dan sejak saat itu kendaraan sudah bisa melintasi jembatan yang dikerjakaan PT Telaga Pasir Kuta.
Hari selaku Site Manager PT Telaga Pasir Kuta dan Satker 64 PPK Maumere-Waerunu Anak Agung Gede Esa, yang dihubungi terpisah petang tadi, membenarkan hal itu. Diperkirakan kontraktor pelaksana telah membayar upah kerja sehingga para pekerja kemudian membuka akses.
“Siang tadi sudah ada kepastian Direktur mengirim uang Rp 100 juta untuk membayar upah pekerja. Pengiriman langsung ke rekening mandor. Masih ada kekurangan sekitar Rp 70 juta lebih, nanti dibayar cicil. Jadi para pekerja sudah membuka blokiran,” terang Hari melalui sambungan telepon.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Hal yang sama disampaikan Anak Agung Gede Esa, yang menghubungi media ini. Dia memastikan bahwa Jembatan Ubeloler sudah bisa diakses kembali. Namun dia belum mendapat kepastian apakah kontraktor sudah membayar upah pekerja atau belum.
“Secara logika, jika akses jembatan ditutup karena kontraktor belum bayar upah pekerja, maka ketika dibuka kembali berarti kemungkinan besar kontraktor sudah membayar upah para pekerja,” ujar Anak Agung Gede Esa.
Informasi yang dihimpun media ini, para pekerja membuka akses jembatan karena kontraktor pelaksana yang berdomisili di Surabaya, telah mengirim uang sebanyak Rp 100 juta. Namun hal ini belum melahirkan solusi, karena ternyata masih ada kekurangan. Para pekerja mendesak kekurangan upah yang mejadi hak mereka harus dibayar pada minggu depan. Jika tidak  direalisasikan, mereka kembali akan memblokir jembatan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, para pekerja pada proyek ini terpaksa memblokir akses jembatan karena upah mereka belum dibayar. Pemblokiran dilakukan sejak Rabu (16/1) yang lalu. Para pekerja menuntut kontraktor pelaksana segera membayar upah kerja yang besarannya lebih dari Rp 100 juta.
Upah yang belum dibayar kontraktor pelaksana, menurut perhitungan Gaspar Gusar yakni pekerjaan pemasangan batu seluas 500 meter kubik, dengan perjanjian 1 meter kubik dibayar Rp 120.000, sehingga totalnya Rp 60 juta. Selain itu ada juga pekerjaan pencoran deck, backiting dan pemasangan tiang pancang, serta pengadaan material berupa kerikil dan pasir. Jika ditotal secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru