Siklon Riley Mengamuk, Ratusan Kapal Motor Parkir
Dibaca 44 kali
Ratusan kapal motor nelayan parkir di Pelabuhan Rakyat Wuring di Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan kapal motor terpaksa parkir saja di Pelabuhan Rakyat Wuring Kabupaten Sikka Propinsi NTT selama dua pekan terakhir. Para nelayan memilih untuk tidak melaut mencari ikan. Mereka kuatir dengan kondisi siklon tropis riley yang mengamuk.
Siklon tropis riley merupakan badai tropis yang terbentuk di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa. Badai tropis ini berupa gugusan awan yang memutar berbentuk seperti spiral yang mengitari pusat tekanan rendah. Kondisi ini mempengaruhi pola angin dan cuaca yang mengakibatkan hujan dengan intensitas tinggi serta gelombang pasang.
Media sempat menemui beberapa nelayan di Kampung Wuring Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat. Mereka mengisi aktifitas dengan kegiatan lain untuk persiapan pasca berakhirnya siklon riley. Tampak mereka sedang duduk santai di atas kapal motor. Ada yang sedang memperbaiki pukat, ada lagi yang sedang membetulkan kapal motor.
Jumali, salah seorang nelayan mengaku sudah dua minggu tidak melaut. Dia beralasan kuatir dengan tingginya gelombang pasang, yang justeru bisa mencelakakan nelayan. Biasanya jika kondisi seperti itu, para nelayan lebih memilih istirahat dari pada harus menjadi korban ganasnya laut.
“Sudah dua minggu tidak cari ikan. Ya rugi, tidak ada pemasukan. Tapi itu lebih baik dari pada harus menderita di tengah laut,” ujar laki-laki berusia 34 tahun itu.
Informasi yang dihimpun media ini, cuaca ekstrim dialami di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka sejak akhir Desember 2018. Di Desa Ipir Kecamatan Bola terjadi angin kencang pada 27 Desember 2018 yang mengakibatkan 12 rumah rusak berat. Pada saat yang sama di Desa Hoder Kecamatan Waigete banjir merendam 26 rumah warga.
Lalu menyusul angin puting beliung di Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang yang berdampak pada rusaknya tanaman pertanian dan perdagangan. Kemudian 2 rumah di Kampung Wuring Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat menjadi korban gelombang pasang. Lalu terjadi banjir di Desa Wolowiro Kecamatan Paga yang merendam 3 rumah, serta longsor di pinggiran badan jalan di Kecamatan Mego.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka terus memantau kondisi yang terjadi pada berbagai wilayah. Mereka juga meminta para kepala desa dan camat untuk segera melaporkan jika terjadi peristiwa bencana alam. Pada beberapa wilayah terjadi bencana alam, BPBD Sikka bersama Dinas Sosial Sikka menyalurkan bantuan tanggap darurat.*** (eny)