Pantura Flores Kembali Lumpuh, Dua Jembatan di Kolisia Putus Lagi

0
432
Pantura Flores Kembali Lumpuh, Dua Jembatan di Kolisia Putus Lagi
Jembatan darurat di Magerepu Desa Kolisia Kecamatan Magepanda putus setelah diterjang banjir bandang, Selasa (29/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Belum sampai dua minggu dikerjakan, dua jembatan darurat di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, putus lagi, Selasa (29/1) siang. Kondisi ini mengakibatkan jalur pantai utara (pantura) Flores kembali lumpuh. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka terpaksa mengerahkan lagi dua alat berat untuk membuat jalur alternatif.
Dua jembatan darurat yang putus itu yakni Jembatan Magerepu dan Jembatan Dagemage, yang jaraknya kurang lebih 100 meter saja. Gelagar-gelagar pada dua jembatan darurat itu lepas dari pangkuan akibat banjir bandang yang menerjang Kolisia dan sekitarnya kurang lebih pukul 12.00 Wita.
Padahal jembatan darurat di Dagemage baru saja diperbaiki Dinas PUPR Sikka menyusul banjir bandang pada Kamis (17/1) lalu. Saat yang bersamaan Dinas PUPR Sikka juga membuat jembatan darurat di Magerepu akibat putusnya badan jalan. Rupanya jembatan darurat yang dibangun tersebut ini tidak bisa bertahan lama, karena baru berumur 12 hari, kembali mengalami masalah yang sama.
Putusnya dua jembatan darurat ini membuat transportasi menjadi lumpuh. Banyak kendaraan roda empat dan selebihnya terpaksa antri di ujung badan jalan. Di antaranya mobil operasional Pimpinan DPRD Sikka, yang hendak kembali ke Maumere. Pimipnan dan anggota DPRD Sikka terpaksa seberangi kali setelah melakukan kunjungan kerja di Kantor Kecamatan Magepanda.
Kendaraan roda dua masih bisa diseberangkan melewati Kali Magerepu dan Kali Dagemage. Penyeberangan kendaraan roda dua melewati Kali Magerepu dengan cara digotong oleh warga masyarakat sekitar. Pemilik kendaraan harus rela memberikan uang jasa penyeberangan. Di Dagemage, kendaraan roda dua masih bisa melintasi gelagar-gelagar, meski harus hati-hati.
Sementara warga masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan, terpaksa harus melewati Kali Magerepu. Debit air saat itu cukup tinggi, dengan air setinggi lutut orang dewasa. Banyak anak yang terpaksa digendong orang tua, atau dibantu warga lain. Kepala Pos Polisi Ndete ikut membantu menyeberangkan anak-anak atau pun ibu-ibu yang sudah berusia lanjut.
Pantauan media ini di dua lokasi putusnya jembatan, banyak sekali kendaraan roda dua yang terpaksa digotong warga. Kendaraan-kendaraan ini hendak melanjutkan perjalanan ke Maumere atau Magepanda, bahkan ada yang sampai ke Kota Baru di Kabupaten Ende hingga Mbay di Kabupaten Nagekeo.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini