Penjual Gula Merah Sampaikan Terima Kasih kepada Jokowi dan AHP
Dibaca 13 kali
Elisabeth Eri menunjukkan sertifikat Program Indonesia Pintar yang diserahkan Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira, Sabtu (23/2), di Aula SMAN 2 Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Elisabet Eri, seorang penjual gula merah, tampak bangga dan gembira. Hari itu, Sabtu (23/2), dia mewakili anak perempuannya menerima dana pendidikan berupa Program Indonesia Pitar (PIP). Dia pun tidak segan-segan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP).
“Terima kasih Bapak Jokowi dan Bapak Andreas. Bantuan ini sangat membantu sekali buat kami yang orang susah. Saya hanya bisa berdoa semoga Bapak-Bapak sukses dan terus berjuang untuk masyarakat,” ungkap polos ibu beranak empat ini di Aula SMAN Maumere, Senin (23/2).
Perempuan separuh baya ini mengaku senang karena anak pertamanya Maria Angelina Pora, siswi SMPK Yapenthom 1 Maumere, bisa menerima PIP. Walaupun hanya sebesar Rp 750.000, dia berkeyakinan dana pendidikan tersebut sudah sangat membantu sekali.
Elisabet Eri sehari-hari berjualan gula merah di lokasi pasar pagi terbatas. Dia lebih suka memilih menggelar dagangan di depan Toko Simpang Tiga. Dari hasil penjualan gula merah, selian untuk kebutuhan rumah tangga, dia menyisihkan juga untuk kebutuhan pendidikan bagi anak-anaknya.
“Jual gula merah hasilnya tidak seberapa. Sudah cukup untuk bisa beli beras 1 kilogram. Kasihan anak-anak, terkadang kami tidak sanggup urus mereka punya punya sekolah,” tambah dia.
Untuk menambah penghasilan, Elisabeth Eri bersama suami menggarap lahan milik orang. Di lahan itu mereka bangun rumah tinggal seadanya. Karena itu buat dia, hadirnya PIP bagi anaknya merupakan sebuah berkah yang patut disyukuri. Dia berjanji akan memanfaatkan PIP sesuai peruntukan bagi kepentingan pendidikan anak-anaknya.
Hal yang sama disampaikan Isabela, orang tua dari Yoseph Antonius, siswa Kelas 3 SMPK Yapenthom 2 Maumere. Tidak henti-hentinya dia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan AHP karena anaknya terdaftar sebagai salah satu penerima PIP.
“Uang sekolah sudah lunas, tapi uang bimbingan yang belum saya bayar. Saya akan manfaatkan dana PIP ini untuk bayar uang bombingan. Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak AHP,” ujar Isabela yang merupakan seorang pengrajin tenun ikat.
Kesan yang sama disampaikan seorang ibu penyandang disabilitas. Dia pun mengaku bangga dan terharu karena anaknya bernama Elisabeth Adolfin Sophiana menerima PIP. Ibu muda yang berprofesi sebagai penjahit ini akan memanfaatkan dana pendidikan PIP untuk membayar uang sekolah salah satu anaknya.
“Untuk anak yang terima PIP ini uang sekolah sudah lunas. Jadi nanti saya alihkan untuk bayar uang sekolah kakaknya yang di SMA,” ujarnya bersemangat.
AHP menyebut lebih dari 1.000 pelajar setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menegah atas di Kabupaten Sikka yang menerima dana pendidikan PIP. Untuk sekolah menegah pertama sebesar Rp 750.000 dan sekolah menegah atas sebesar Rp 1 juta. PIP merupakan salah sati progam pemerintahan Presiden Joko Widodo.*** (eny)