Pemkab Flotim Masih Tunggu Kepastian Pelaksanaan Pemilu 2019

0
182
Pemkab Flotim Masih Tunggu Kepastian Pelaksanaan Pemilu 2019
Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli
Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Flotim Propinsi NTT masih menunggu petunjuk tentang kepastian pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pasalnya hari pemungutan suara dan penghitungan suara yang sudah ditetapkan pada 17 April 2019, bertepatan dengan Rabu Trewa, yang merupakan bagian penting dari Prosesi Semana Santa yang sudah mendunia selama kurang lebih 5 abad ini.
Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli mengatakan pemerintah daerah setempat sudah mengirimkan surat secara resmi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Menteri Dalam Negeri hari pemungutan suara pemilu 2019. Pemkab Flotim meminta agar khusus untuk warga masyarakat Flotim, pelaksanaan pemunguan suara dan penghitungan suara dimajukan atau dimundurkan.
“Kami sudah kirim surat resmi 4-5 bulan yang lalu. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Katanya nanti dipertimbangkan, tapi pertimbangan seperti apa, sampai sekarang belum ada kepastian. Kami terus menunggu dan berharap semoga ada jawaban dari pihak-pihak yang berwenang,” jelas Agustinus Payong Boli kepada wartawan di Maumere.
Agustinus Payong Boli mengatakan pemerintah daerah setempat sangat beralasan meminta pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara dimajukan atau dimundurkan. Pertimbangannya karena Rabu Trewa yang jatuh pada 17 April 2019, merupakan instuisi penting bagi umat Katolik di Flotim yang menjalankan Prosesi Semana Santa.
“Di Rabu Trewa itu, umat Katolik di Flotim harus melakukan proses penyepian untuk memasuki Tri Hari Suci. Saat itu tidak ada bunyi-bunyian. Nah ini akan berbeda ketika saat yang sama dilaksanakan pemungutan suara dan penghitungan suara,” tambah dia.
Menurut Agustinus Payong Boli, demokrasi harus dijalankan di atas dasar nilai-nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi pluralisme. Atas dasar pertimbangan itulah, Pemkab Flotim meminta agar mendagri dan KPU RI mempertimbangkan serius usulan pemerintah daerah setempat.
Meski demikian Agustinus Payong Boli mengakui bahwa memilih pemimpin untuk kemaslatan banyak orang, juga merupakan hal yang panting. Karena itu, katanya, Pemkab Flotim hingga sekarang ini bersikap menunggu jawaban yang pasti dari Kemdagri dan KPU RI.
Jika sampai dengan saatnya, tidak ada jawaban yang pasti, Agustinus Payong Boli menyarankan kepada masyarakat untuk memberlakukan amanah gereja. Dia pun mengutip salah satu pesan Yesus Kristus, “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”.
“Jadi kalau tidak ada keputusan, yah silakan pagi-pagi ke tempat pemungutan suara, dan malamnya mengikuti misa Rabu Trewa. Itu kondisi terakhir kalau tidak ada keputusan,” ujar dia.
Prosesi Semana Santa di Larantuka setiap tahunnya diikuti minimal 5.000 peziarah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan dari sejumlah negara. Biasanya para peziarah sudah memasuki Larantuka sejak Rabu Trewa, dan baru kembali pada Sabtu Suci atau Minggu  Paskah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini