Proyek Kantor Bupati Sikka Mangkrak, PDIP Dorong Bentuk Pansus Investigatif

0
183
Proyek Kantor Bupati Sikka Mangkrak, PDIP Dorong Bentuk Pansus Investigatif
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Alfonsus Ambrosius
Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari Maumere, hingga kini belum tuntas dikerjakan. Padahal pelaksanaan proyek itu sudah jatuh tempo. Proyek itu sendiri kini dibiarkan mangkrak akibat ditinggalkan kontraktor pelaksana. Fraksi PDI Perjuangan mendorong DPRD Sikka membentuk Panitia Khusus (Pansus) Investigatif.
Sikap Fraksi PDI Perjuangan ini diutarakan Alfonsus Ambrosius, anggota Fraksi PDI perjuangan ketika menyampaikan pemadandangan umum fraksi atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tenang LKPJ Akhir Tahun 2018, Selasa (12/3).
“Fraksi PDI Perjuangan menyarankan kepada teman-teman fraksi di DPRD Sikka untuk segera bersama-sama membentuk Pansus Investigatif terkait pembangunan Kantor Bupati Sikka yang mangkrak itu,” ajak Alfonsus Ambrosius.
Fraksi PDI Perjuangan menyitir Proyek Kantor Bupati Sikka menelan anggaran sebesar Rp 43 miliar. Proyek tersebut dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap pertama pembangunan secara multiyears dengan anggaran Rp 30 miliar masing-masing pada tahun 2016 sebesar Rp 10 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp 20 miliar. Setelah itu dianggarkan kembali pada tahun 2018 sebesar 13 miliar lebih.
“Namun sampai saat ini pembangunan Kantor Bupati Sikka masih terbengkelai dan belum diselesaikan. Terhadap kondisi ini, Fraksi mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit investigasi,” ujar Alfonsus Ambrosius.
Proyek Kantor Bupati Sikka Mangkrak, PDIP Dorong Bentuk Pansus Investigatif
Kondisi Proyek Kontrktor Buopati Sikka yang mangkrak
Alfonsus Ambrosius menegaskan sedari awal Fraksi PDI Perjuangan sudah mencium aroma tidak sedap pada proyek ini di mana tercium aroma kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) terkait rencana pembangunan.
Untuk itulah, Fraksi PDI Perjuangan sejak awal menolak rencana pembangunan kantor tersebut. Fraksi PDI Perjuangan meyakini pembangunan Kantor Bupati Sikka pasti tidak akan selesai dikerjakan dan menimbulkan masalah di kemudian hari karena perencanaannya tidak dilakukan secara baik dan terkesan tergesa-gesa.
Sebagaimana diketahui Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka dengan mekanisme multiyears menelan biaya Rp 29.040.000.000. Proyek ini mulai dikerjakan PT Palapa Kupang Sentosa pada 7 Oktober 2016. Namun sampai dengan batas waktu 28 Desember 2017, proyek ini belum selesai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka Frans Metsen menyetujui penambahan waktu kerja selama 50 hari dengan deadline pada 16 Februari 2018. Namun hingga batas akhir penambahan waktu pekerjaan, ternyata kontraktor pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Bahkan setelah itu kontraktor pelaksana angkat kaki dan meninggalkan pekerjaan, hingga akhirnya PPK melakukan putus kontrak.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini