Mensos RI Salurkan Bantuan Rp 28 Miliar di Sikka

1
181
Mensos RI Salurkan Bantuan Rp 28 Miliar di Sikka
Mensos RI Agus Gumawang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja di Maumere Kabupaten Sikka, Selasa (19/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka Propinai NTT, Selasa (19/3). Dalam kesempatan itu dia meyalurkan bantuan sosial tahap pertama senilai Rp 28 miliar untuk 17.728 keluarga penerima program keluarga harapan (PKH) dan 19.953 keluarga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT).
Pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT berlangsung di Gedung Sikka Convention Center (SCC) di Jalan Ahmad Yani Maumere. Dana bansos ini disalurkan melalui PT Bank Rakyat Indonesia. Ribuan keluarga penerima manfaat menyambut hangat kehadiran Mensos RI.
PKH dan BPNT merupakan program prioritas nasional yang dilaksanakan  pemerintah melalui Kementerian Sosial sebagai bentuk upaya penurunan angka kemiskinan. Agus Gumawang Kartasasmita mengatakan hasil survei BPS pada Maret 2018 diketahui angka kemiskinan di Indonesia berda pada level 9,81 persen. Kondisi ini kemudian berubah positip sesuai hasil survei per September 2018, dimana turun menjadi 9,6 persen.
Mensos RI Salurkan Bantuan Rp 28 Miliar di Sikka
Ribuan keluarga penerima manfaat menghadiri kunjungan kerja Menteri Sosial Agus Gumawang di Gedung SCC Maumere, Selasa (19/3)
Dia sangat percaya dan yakin sekali bahwa PKH dan BPNT memberikan kontribusi yang sangat substansial untuk mengurangi angka kemiskinan dan angka giniratio, karena PKH berkaitan langsung dengan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan, yang terdaftar dalam basis data terpadu program penanganan fakir miskin. Data ini kemudian diolah oleh pusat data dan informasi Kementerian Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
Skema bantuan PKH sebelumnya diberlakukan flat sebesar Rp 1.890.000 perkeluarga, namun pada tahun 2019 berubah karena disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Indeks banrtuan PKH tahun 2019 secara rinci adalah bantuan tetap setiap keluarga perahun yang diterima stu kali pada tahap pertama, di mana PKH reguler mendapatkan Rp 550.000 dan PKH alses mendapat Rp 1 juta.
Sementara bantuan komponen setiap jiwa pertahun maksimal 4 orang setiap keluarga, terdiri dari ibu hamil Rp 2,4 juta, anak usia dini 0-5 tahun Rp 2,4 juta, anak SD sederajat Rp 900.000, anak SMP sederajat Rp 1,5 juta, anak SMA sederajat Rp 2 juta, lanjut usia 60 tahun ke atas Rp 2,4 juta, dan penyandang disabilitas Rp 2,4 juta.
Sedangkan BPNT merupakan transformasi dari program yang telah berjalan sebelumnya yang dikenal dengan nama Rastra (beras sejahtera). Pada tahun 2018, BPNT diperluas yang semula hanya di 44 kota kini menjadi 219 kabupaten/kota. Sementara 295 kabupaten masih dengan skema bantuan sosial rastra, termasuk secara umum di Propinsi NTT.
Skema BPNT sendiri, katanya diberikan kepada keluarga penerima manfaat sebesar Rp 110.000 perbulan, yang disalurkan melalui Bank Himbara dengan media KKS (kartu keluarga sejahtera) yang dapat digunakan untuk membeli bahan kebutuhan pangan yang dibutuhkan seperti beras dan telur.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini