Diduga KPPS Tidak Paham, 5 TPS Laksanakan Pemilihan Ulang

0
112
Diduga KPPS Tidak Paham, 5 TPS Laksanakan Pemilihan Ulang
Suasana pemungutan suara pada TPS Kota Baru 08 di Kabupaten Sikka, Rabu (17/4)
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 5 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Sikka Propinsi NTT terpaksa melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Hal ini diduga akibat dari tidak pahamnya kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
TPS yang akan melaksanakan PSU adalah TPS Nita 02 di Kecamatan Nita, Kota Baru 10 di Kecamatan Alok Timur, serta Watumilok 05, Tanaduen 05 dan Watuliwung 05 di Kecamatan Kangae.
Jurubicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka Herimanto yang dihubungi Minggu (21/4) menanggapi pihaknya menjalankan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sikka untuk melaksanakan PSU pada 5 TPS tersebut.
“Kami menjalankan rekomendasi Bawaslu karena pemilih yang memiliki KTP luar ikut memilih di TPS tersebut,” jelas dia.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sikka Harun Alrasyid yang dihubungi Jumat (19/4), menyampaikan telah melayangkan rekomendasi PSU untuk 5 TPS. Dia menyebutkan alasan PSU karena terdapat sejumlah pemilih dari kabupaten lain atau beda daerah pemilihan yang memilih di TPS tersebut tanpa surat pindah pilih atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).
Data yang dihimpun media ini, di TPS Nita 02 diketahui sebanyak 17 pemilih, di TPS Kota Baru 10 sebanyak 17 pemilih, di TPS Watumilok 05 sebanyak 6 pemilih,  di TPS Tanaduen 05 sebanyak 5 pemilih, dan  di TPS Watuliwung 05 sebanyak 1 pemilih.
Kasus yang dialami pada 5 TPS itu mengindikasikan bahwa KPPS setempat tidak memahami sungguh regulasi penyelenggaraan pemilihan umum. Akibatnya mereka memperbolehkan pemilih yang tidak terdaftar dalam DPTb untuk ikut melakukan pemungutan suara.
Pemilih tambahan merupakan pemilih yang memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), namun karena keadaan tertentu tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk memberikan suara di TPS tempat pemilih yang bersangkutan terdaftar dalam DPT dan memberikan suara di TPS lain.
Keadaan tertentu yang dimaksudkan meliputi menjalankan tugas di tempat lain pada hari pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi, dan penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi.
Selain itu juga bagi pemilih yang menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan atau sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan, tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi, pindah domisili, tertimpa bencana alam, dan/atau bekerja di luar domisilinya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini